Forgot Password Register

Tanpa Pajak, Bisnis Lahan Parkir Dekat Stasiun Begitu Menggiurkan

Lahan Parkir Motor (Foto:Pantau.com/Fery Heryadi) Lahan Parkir Motor (Foto:Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com - Mata petugas pajak akan jeli menangkap peluang untuk langsung dikenakan pajak seperti restoran atau kios. Namun sampai saat ini bisnis parkiran disekitar stasiun ini relatif aman dari pajak. Semakin menjamur nya parkiran motor sekitaran stasiun membuat bisnis ini semakin diminati.

Meskipun tidak dipungkiri pemilik lahan parkir pasti melakukan setoran kepada pihak diluar petugas, mungkin kepada preman istilahnya, tapi mereka masih memiliki untung besar. Memang jika dibandingkan bisnis kosan atau kontrakan bisnis lahan parkir tidak membutuhkan fasilitas yang banyak. Mereka tidak perlu menyediakan meteran listrik mandiri bahkan untuk membersihkan sampah.

Semakin banyak transportasi umum yang menjangkau daerah, maka peluang bisnis parkir saat ini semakin menjamur. Tak jarang bisnis ini menjadi ladang berkar sebagian orang yang rumahnya di sekitar stasiun.

Baca juga: Terlilit Utang Kartu Kredit? Jangan Buru-buru Kabur

Bermodal lahan, kepercayaan serta plang 'terima parkir' ini termasuk bisnis yang bisa bikin pemilik lahan cuma 'ongkang-ongkang' di kursi. Salah satunya pemilik lahan parkir di stasiun Kranji, Ahmad (35) memiliki lahan peninggalan orangtua pas di samping stasiun, ia akhirnya memutuskan untuk membuka jasa parkir. Tarif yang diberikan kepada pelanggan pun lebih murah daripada tarif parkir resmi stasiun hanya Rp5.000.

"Itu kalau dari pagi sampe sore, kaya jam kerja. Tapi kalau sampai jam 12 malam itu saya minta Rp8.000," katanya, kepada Pantau.com, Rabu (2/5/2018).

lahan seluas kurang lebih 12x10 menter itu menurutnya bisa menampung lebih dari 45 kendaraan bermotor. Namun, ia mendapatkan untung lebih karena biasanya ada beberapa pekerja yang hanya kerja setengah hari sehingga lahan parkirnya masih bisa dipakai kendaraan baru yang parkir. Lebih untungya lagi, bisnis ini tidak perlu pegawai, ia kerjakan sendiri dengan istrinya.

"Lahannya kecil ya jadi kerjain sendiri. Tapi ini sangat membantu lah," tambahnya.

Baca juga: Setiap Negara Punya Jam Kerja Produktif, Indonesia Nomor Berapa?

Namun, ia menambahkan, bisnis lahan parkir ini lebih mengutamakan kejujuran dan kehati-hatian. Pasalnya tidak jarang pelanggan yang komplan karena motor mereka lecet, oleh sebab itu, Ahmad lebih memilih tidak terlalu banyak menampung kendaraan karena risiko yang cukup besar.

"Ya namanya kalau motor lecet komplen, besok pasti nggak datang itu, jadi mending cari aman saja," jelasnya.

Ia pun mengaku sampai saat ini tidak pernah ada petugas pajak yang dengan sengaja meminta upah pajak atas usaha parkirnya. Ia menambahkan, pihakny tidak diminta pajak untuk usaha parkir.  


Share :
Komentar :

Terkait

Read More