Forgot Password Register

Tantangan Ekonomi Global Kata Stafsus Kepresidenan

Tantangan Ekonomi Global Kata Stafsus Kepresidenan Pelatihan Sumber Daya Manusia (Foto: Antara)

Pantau.com - Staf Khusus Presiden bidang Ekonomi Ahmad Erani Yustika mengatakan bahwa penguasaan ilmu pengetahuan menjadi tantangan di bidang ekonomi pada masa depan.

"Ke depan ekonomi basisnya bukan sumber daya alam, tapi pengetahuan. Kata kuncinya adalah inovasi," kata Erani dalam sebuah sesi diskusi ekonomi di Jakarta, Rabu (5/12/2018).

Menurut dia, jika sumber daya manusia tidak dipasok dengan pengetahuan yang mencukupi, kemampuan untuk mengolah sumber daya akan sangat terbatas dan tidak bisa memberikan manfaat ekonomi secara maksimal.

Baca juga: Mengintip Sepeda Listrik Karya Anak Bangsa yang Bisa Gowes Hingga 115 KM

Padahal, katanya, daya saing melalui inovasi dalam perekonomian global merupakan pertarungan nyata yang sedang dialami saat ini.

"Kalau kita tidak berusaha mengembangkan inovasi, akan tersungkur dalam persaingan ekonomi global. Ini bagian dari pertarungan yang harus dimenangkan," katanya.

Sebagai seorang yang bertanggung jawab atas keputusan kebijakan ekonomi Presiden RI Joko Widodo, Erani menyampaikan bahwa isu ini sudah diketahui oleh Presiden dan pemerintah tengah merancang cara untuk meningkatkan inovasi di dalam negeri.

Ia menyoroti kesalahan dalam pengelolaan komoditas nasional yang selalu diekspor sebagai bahan mentah yang dianggap tidak menguntungkan.

"Selama ini kita terlena dengan kekayaan sumber daya alam, hanya mengekspor bahan mentah. Saat harganya jatuh, langsung kaget. Upaya yang akan dijalani pemerintah memang berat, tapi pasti bisa," jelasnya.

Baca juga: Kantongi Faktor X, Apindo Optimis Rupiah Rp13.000 per Dolar AS

Salah satu inovasi yang mulai muncul di kancah ekonomi nasional ialah munculnya usaha di bidang "start-up" yang diminati banyak generasi muda sekarang.

Erani menilai tren tersebut sangat positif karena menandakan bahwa pelaku bisnis di Indonesia bisa beradaptasi dengan perubahan zaman, khususnya menjelang revolusi industri 4.0 yang berbasis "big data".

"Perubahannya sangat cepat, dan anak muda memang harus masuk ke tahap ini. Indonesia sekarang relatif bisa beradaptasi dengan perubahan-perubahan ini," ujar Erani.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More