Forgot Password Register

Tegas! PPP Minta KPK Usut Tuntas Korupsi Century

Politisi PPP Arsul Sani (Foto: Pantau.com/Dini Afrianti Efendi) Politisi PPP Arsul Sani (Foto: Pantau.com/Dini Afrianti Efendi)

Pantau.com - Alasan KPK yang belum memproses kembali kasus Century lantaran sibuk dan SDM terbatas, dinilai tidak masuk akal oleh politisi PPP, Arsul Sani.

"Loh kalau karena kesibukan karena sumber dayanya terbatas, pertanyaannya kok OTT jalan-jalan terus," ujar Arsul Sani Anggota Komisi III DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (12/4/2018).

Mestinya, kata Arsul, KPK haruslah lebih dulu mengutamakan dan fokus terhadap kasus besar seperti Century yang telah merugikan negara hingga triliunan rupiah.

"Kalau kayak begitu kenapa enggak fokus yang ini, yang triliun jumlahnya," ujar Sekjen PKB itu.

Baca juga: KPK Duga Kasus Century dan BLBI Saling Berkaitan

Lebih lanjut Arsul meyakinkan dirinya sebagai anggota bidang hukum, hak asasi manusia dan keamanan akan tetap mempertanyakan proses kasus Bank Century yang telah merugikan negara sebesar Rp7,4 triliun itu.

"Saya termasuk yang akan mempertanyakan kasus itu. Ya, pertanyaan kita akan tanya dulu status, posisi, kasus itu dimana," kata Arsul. 

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengatakan, bahwa kasus Century terhenti sementara lantaran banyaknya tugas yang harus diselesaikan KPK. 

"KPK kan bertubi-tubi banyak kerjaan jadi itu (kasus Century) agak tertinggal sedikit," ungkap pria bernama lengkap Thony Saut Situmorang itu.

Namun Saut memastikan jika KPK tidak akan menghentikan penyelidikan kasus yang telah berlangsung selama 10 tahun lamanya, yakni sejak KPK masuk menyelidiki pada 2009 silam.

Seperti diketahui, pada Selasa, 10 April 2018, Hakim Effendy Muchtar memerintahkan KPK untuk segera melanjutkan kasus Bank Century melalui putusan Praperadilan yang diajukan mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia Budi Mulya, dan segera menetapkan mantan Wakil Presiden Boediono dan lainnya menjadi tersangka. 

Share :
Komentar :

Terkait

Read More