Pantau Flash
OTT Yogyakarta: KPK Bawa 5 Orang ke Jakarta untuk Diperiksa
G7 Adakan KTT di Tengah Kepanikan akan Perekonomian Global
Redam Hoax Kerusuhan Papua, Kemkominfo Sempat Perlambat Internet
Efek Aksi Demo, Pemesanan Tiket Pesawat ke Hong Kong Turun 20 Persen
Industri Manufaktur Diramalkan Jadi Pengguna 5G Pertama

Teknologi Anti Gerayang untuk Wanita Jepang yang Berada di Kereta

Teknologi Anti Gerayang untuk Wanita Jepang yang Berada di Kereta Di Tokyo di tahun 2017, dilaporkan terjadi 1.750 kasus penggerayangan terhadap penumpang perempuan. (Foto: AP/Eugene Hoshiko via ABC News)

Pantau.com - Penumpang perempuan di kereta di Jepang sudah bertahun-tahun mengalami pelecehan seksual, di antaranya digerayangi oleh penumpang lain pada jam-jam sibuk.

App Anti Penggerayangan

1. Perempuan yang menjadi korban penggerayangan di Jepang biasanya takut meminta bantuan

2. App ini ketika dipencet mengeluarkan pesan mengatakan: "Ada penggerayang di sini. Tolong."

3. Polisi Metropolitan Tokyo mengatakan ada 1750 kasus penggerayangan terjadi di tahun 2017

Dilansir dari ABC News, Jumat (24/5/2019), sebuah aplikasi telepon pintar yang dibuat oleh polisi Jepang banyak diunduh oleh penumpang perempuan guna melindungi mereka dari kejadian seperti itu.

App tersebut bernama 'Digi Police" sebenarnya dibuat pertama kali tiga tahun lalu oleh Kepolisian Tokyo. Namun sekarang ada fitur untuk melaporkan adanya pelaku penggerayangan di dalam kereta.

Baca juga: Pria Ini Ditangkap karena Gunakan Laser Pointer ke Pesawat Militer AS

Sejak adanya fitur baru tersebut, app ini sudah diunduh ratusan ribu kali, hal yang luar biasa untuk sebuah app buatan pemerintah. Perempuan di kereta yang penuh sesak di kota metropolitan seperti di Tokyo, dan di tempat-tempat umum sering mendapat pelecehan seksual namun mereka takut bertindak atau meminta pertolongan karena biasanya malu.

Dengan app tersebut, korban akan bisa menekan ikon 'repel groper' (hentikan penggerayang), dimana ketika ditekan ikon itu akan muncul tulisan 'Ada seorang penggerayang di sini. Tolong."

Ketika ditekan untuk kedua kalinya, pesan di HP itu akan berubah menjadi merah, dan muncul rekaman suara yang berulang kali mengatakan "Please stop" (Hentikan).

App itu juga berisi alarm dan bisa mengirim pesan ke email, sehingga fitur ini bisa juga digunakan oleh anak-anak dan orangtua mereka. Pengguna app tersebut juga bisa melaporkan lokasi yang rawan kejahatan dan juga menemukan kantor polisi.


Poster mulai dipasang di stasiun di Jepang yang mengatakan tindak penggerayangan adalah tindak kriminal . (Foto: j-town gotochi column via ABC News)

Tindak kriminal kekerasan jarang terjadi di Jepang, namun penggerayangan, mulai dari meraba bagian tubuh tertentu sampai memasukkan jari atau tangan ke dalam baju merupakan hal yang terjadi setiap hari.

Hal ini sering dianggap remeh, dan hanya dilihat sebagai kejadian biasa, sehingga sekarang mulai dipasang poster di berbagai stasiun dan di dalam kereta untuk mengingatkan penumpang bahwa penggerayangan adalah tindak kriminal.

Kepolisian Metropolitan Tokyo mengatakan 2.620 kejahatan seksual dilaporkan pada tahun 2017, termasuk 1.750 tindak penggerayangan, kebanyakan di dalam kereta atau di stasiun. Gerakan anti pelecehan terhadap perempuan #MeToo movement belum banyak menyebar di Jepang, yang masyarakatnya masih didominasi pria, dan para korban yang berani melaporkan seringkali malah mendapatkan kritikan, bukannya simpati.

Baca juga: Aturan Baru Paus Fransiskus Usai Kasus Pelecehan Uskup Terungkap

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta
Category
Internasional

Berita Terkait:



Komentar

  1. PROMO TERDAHSYAT & NO TIPU2 DARI SITUS BOLA165 ( AGEN JUDI BOLA TERPERCAYA ) *BONUS NEW MEMBER UP TO 2jt *BONUS NEXT DEPOSIT UP TO 1jt BISA DI KLAIM BERKALI-KALI DALAM SEHARI *BONUS HADIR MINGGUAN 100rb *BONUS ROLLINGAN CASINO 0,5 % & SPORTBOOK 0,8% *CASHBACK CASINO & SPORTBOOKS 5% *BONUS TURNOVER IDN POKER UP TO 0,6% Silahkan Langsung ke TKP : https://sport165.com/ , whatsapp : +6282122629282 / +6287741757139