Pantau Flash
Juan Cuadrado Perpanjang Kontrak Bersama Juventus hingga 2022
Terduga Pembobol Bank DKI Bertambah Jadi 41 Orang
Resmi! Bamsoet Nyatakan Maju Tantang Airlangga di Munas Golkar
UMK Kabupaten Karawang Lampaui UMP DKI Jakarta
Jokowi: Stop Belanja Alutsista Hanya Berorientasi Proyek

Temui Jokowi di Istana, Pengusaha Tekstil Diminta Waspada Potensi Resesi

Temui Jokowi di Istana, Pengusaha Tekstil Diminta Waspada Potensi Resesi Presiden Jokowi memberikan keterangan terkait revisi UU KPK usai membuka Cafeo37 di JI-Expo Kemayoran, Rabu (11/9/2019). (Foto: Antara/Agus Salim)

Pantau.com - Presiden Joko Widodo berharap agar para pengusaha tekstil dapat berhati-hati dan melakukan langkah antisipasi terkait dengan prediksi akan datangnya resesi global dalam 1,5 tahun ke depan.

"Saya ingin tahu betul apa yang diinginkan oleh pelaku usaha. Jangan banyak-banyak, tiga pokok saja tapi kita rumuskan kita putuskan, kemudian pemerintah akan lakukan kebijakannya sehingga betul-betul bermanfaat bagi bapak-bapak ibu semuanya karena kalau kemarin saya diberi cerita oleh bank dunia, 1,5 tahun lagi ekonomi dunia akan mengalami resesi," kata Jokowi di Istana Merdeka Jakarta, Senin (16/9/2019).

Jokowi menyampaikan hal tersebut saat menerima pengurus dan anggota Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) dan Asosiasi Produsen Serat Sintetis dan Benang Filamen Indonesia (APSyFI).

"Kita ini hati-hati, kita harapkan ini justru jadi peluang untuk membenahi hal yg masih perlu kita perbaiki dan kita juga tahu beberapa negara sekarang ini pada kondisi resesi karena pertumbuhannya minus sehingga kesempatan ini kita harus gunakan agar terjadi sebuah titik bagi industrailisasi," tambah Jokowi.

Baca juga: Tarif Industri Tekstil Nasional akan Alami Penyesuaian?

Ia menjelaskan bahwa gejolak ekonomi dunia seperti perang dagang antara China dan AS bisa menjadi tantangan tapi sekaligus bisa menjadi peluang untuk meningkatkan ekspor terutama produk tekstil, serat sintesis, dan benang filamen.

Apalagi industri tekstil dan pakaian jadi menjadi industri dengan pertumbuhan tertinggi di triwulan kedua 2019 tahun ini yaitu sebesar 20,71 persen.

"Ini adalah pertumbuhan yang sangat tinggi dan masuk 5 besar dengan industri kontribusi tertinggi terhadap PDB (Produk Domestik Bruto) di triwulan kedua 2019 yaitu 1,30 persen," jelasnya.

Baca juga: Ditugaskan Impor 50.000 Ton Daging Sapi Brazil, 3 BUMN Ini Belum Urus Izin

Namun pertumbuhan pangsa pasar tekstil dan produk tekstil Indonesia di pasar global cenderung stagnan yaitu di sekitar 1,6 persen, tertinggal jauh bila dibandingkan dengan China 31,8 persen, pesaing utama Indonesia sebesar 4,59 persen serta Bangladesh 4,72 persen pada tahun 2018.

Ekspor tekstil dan produk tekstil di triwulan kedua 2019 juga turun 0,6 persen jika dibandingkan denganperiode yang sama di 2018 untuk ekspor tekstil dan produk tekstil.

Hal itu disebabkan oleh tingginya biaya produksi lokal dan fasilitas dan kebijakan dagang yang berpihak pada impor dan kurangnya perencanaan jangka panjang yang berdampak pada minimnya investasi.

"Oleh sebab itu, sore hari ini akan kita bicarakan bersama-sama masalah-masalah ini karena itu pada ksmptan yg baik ini, saya minta masukan baik dari API maupun APSyFI mengenai apa yang bisa dikerjakan bersama-sama," pungkas Jokowi.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Penulis
Nani Suherni
Category
Ekonomi