Forgot Password Register

Tentara AS Masih Bertahan di Korsel, Berhubungan dengan Korut?

Bendera Korea Selatan. (Foto: Pixabay) Bendera Korea Selatan. (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Pemerintah Korea Selatan mengatakan, persoalan penempatan pasukan Amerika Serikat di wilayahnya sama sekali tidak berhubungan dengan perundingan perdamaian dengan Korea Utara.

Mereka meminta tentara Amerika Serikat tetap bertahan meskipun perjanjian perdamaian disepakati.

"Penempatan tentara Amerika Serikat di Korea Selatan adalah persoalan persekutuan kami dengan Washington. Itu tidak ada hubungannya dengan perundingan perdamaian," kata Juru Bicara Istana Kepresidenan Gedung Biru, Kim Eui-kyeom, yang mengutip pernyataan Presiden Moon Jae-in, Rabu (2/5/2018).

Baca juga: Presiden Prancis Berharap Trump Pertahankan Perjanjian Nuklir dengan Iran

Moon Chung-in mengatakan bahwa akan sulit menjustifikasi kehadiran pasukan Amerika Serikat di Korea Selatan jika perjanjian damai telah ditanda-tangani, setelah pemimpin kedua negara Korea menggelar pertemuan bersejarah pada pekan lalu untuk mengakhiri konflik.

Amerika Serikat menempatkan sekitar 28.500 tentara di Korea Selatan. Pemerintah di Pyongyang sudah sejak lama meminta mereka keluar sebagai salah satu syarat untuk menghentikan program peluru kendali dan nuklir.

Di sisi lain, persoalan penarikan pasukan Amerika Serikat itu tidak disebut sama sekali dalam deklarasi yang ditanda-tangani oleh Presiden Moon Jae-in dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.Kim dan Moon hanya berjanji untuk mengupayakan penghapusan penuh senjata nuklir di Semenanjung Korea.

Baca juga: Dokter Ini Dirampok Usai Beberkan Kesehatan Sebenarnya Donald Trump

Tentara Amerika Serikat sudah ditugaskan di Korea Selatan sejak Perang Korea, yang berakhir tahun 1953 dengan kesepakatan gencatan senjata yang membuat kedua negara secara teknis masih berperang.

Moon dan Kim mengatakan berniat mengakhiri sengketa di Semenanjung Korea dan menjanjikan perang tidak terulang di kawasan itu.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More