Forgot Password Register

Terbongkar, Serangan Senjata Kimia di Suriah Hanya Omong Kosong Belaka

Terbongkar, Serangan Senjata Kimia di Suriah Hanya Omong Kosong Belaka Saksi serangan senjata kimia di Suriah. (Foto: Reuters/Michael Kooren)

Pantau.com - Rusia menghadirkan saksi serangan kimia di Douma, Ghouta Timur, Hassan Diab (11) serta staf rumah sakit. Dalam video yang beredar, pihak Amerika Serikat mengklaim jika terjadi serangan kimia yang didalangi Presiden Suriah Bashar al-Assad. 

“Kami berada di ruang bawah tanah dan kami mendengar orang-orang berteriak bahwa kami harus pergi ke rumah sakit. Kami melewati terowongan. Di rumah sakit mereka mulai menuangkan air dingin pada saya,” tutur Hasan pada konferensi pers di markas Organisasi untuk Larangan Senjata Kimia (OPCW), Den Haag, Belanda dikutip Russia Today, Jumat (27/4/2018).

Baca juga: Dianggap Terlibat Serangan Senjata Kimia, AS Bakal Sanksi Rusia

“Ada orang-orang yang tidak kami kenal yang merekam perawatan darurat, mereka merekam kekacauan yang terjadi di dalam, dan memfilmkan orang-orang yang disiram dengan air. Instrumen yang mereka gunakan untuk menyiram mereka dengan air pada awalnya digunakan untuk membersihkan lantai sebenarnya,” terang Ahmad Kashoi, administrator ruang gawat darurat.

Seorang paramedis lain, Muwaffak Nasrim mengatakan, rumah sakit menerima orang-orang yang menderita asfiksia asap disaat Suriah dinyatakan telah melakukan serangan kimia.

Baca juga: Mantan Presiden AS: Aksi Trump Terhadap Suriah Merupakan Kejahatan Perang

"Kepanikan yang terlihat dalam rekaman White Helmets itu terutama disebabkan oleh orang-orang yang berteriak tentang dugaan penggunaan senjata kimia," ujar Nasrim, yang menyaksikan adegan kacau tersebut.

"Tidak ada pasien, bagaimanapun, menunjukkan gejala paparan senjata kimia," imbuhnya.

Ahmad Saur, seorang paramedis darurat Bulan Sabit Merah Suriah, mengatakan bahwa bangsal tempat ia bekerja tidak menerima pasien yang terkena senjata kimia pada hari insiden tersebut atau setelahnya. "Semua pasien membutuhkan perawatan medis umum atau bantuan atas cedera," katanya. 

Share :
Komentar :

Terkait

Read More