Forgot Password Register

Terciduk! Anak SMA Nekat Jadi Kurir Sabu-sabu Demi Jatah Narkoba

Terciduk! Anak SMA Nekat Jadi Kurir Sabu-sabu Demi Jatah Narkoba Ilustrasi Sabu-sabu (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Tim Elang Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Makassar mengamankan seorang pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) lantaran menjadi pengedar sabu-sabu.

"Pelaku masih berstatus pelajar dan dia ditangkap basah oleh anggota sedang mengedarkan narkoba," kata Kasat Narkoba Polrestabes Makassar Kompol Diari Astetika di Makassar, Jumat (9/11/2018).

Baca juga: Marak Liquid Vape Mengandung Narkoba, Polisi Minta Pemerintah Perketat Aturan

Pelajar tersebut berinisial MR (18) diringkus pada Rabu, 7 November 2018 sekitar pukul 02.00 WITA.

Kompol Diari mengatakan MR yang sudah kecanduan obat-obat terlarang itu nekat menjadi kurir narkoba agar bisa mendapatkan jatah dari pemilik barang.

"Waktu anggota interogasi, pelaku ini mengaku sudah biasa menggunakan sabu dan karena tidak ada uang untuk membeli, makanya dia menjadi kurir," katanya.

Ia mengatakan MR saat diamankan sedang menguasai narkoba golongan satu yakni sabu sebanyak satu paket dengan berat 20 gram. Setelah menangkap MR, polisi kemudian mengembangkan kasusnya dengan mengejar pemilik barang tersebut hingga akhirnya berhasil menangkap Arianto warga Jalan Ratulangi Makassar.

Baca juga: Polisi Bongkar Pabrik Liquid Vape Mengandung Narkoba yang Didalangi Pasutri Muda

Dari tangan Arianto, polisi juga berhasil mengamankan barang bukti lainnya yang tersimpan di rumahnya berupa sabu sebanyak 19 paket beserta alat hisap (bong) dan plastik sasetan.

"Peredaran narkoba menjadi perhatian besar kita apalagi sudah banyak anak-anak usia dini yang menjadi korban," katanya.

Atas perbuatan pelaku Arianto, polisi akan menjerat pasal 114 ayat (2) dan pasal 112 (2) Undang Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup dan atau hukum mati.

"Untuk MR kita masih menunggu hasil gelar perkara dulu untuk menentukan apakah dia masuk dalam undang-undang perlindungan anak atau tidak," terangnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More