Forgot Password Register

Terkait Kasus Petinggi Huawei, Dubes China Tuduh Kanada Gunakan Standar Ganda

Terkait Kasus Petinggi Huawei, Dubes China Tuduh Kanada Gunakan Standar Ganda Bendera China. (Foto: Reuters)

Pantau.com - Duta Besar China untuk Kanada menuduh pemerintah Kanada menerapkan "standar ganda" dan mengabaikan kedaulatan hukum negaranya, dalam perselisihan diplomatik yang dipicu penangkapan eksekutif Huawei Meng Wanzhou atas permintaan Amerika Serikat.

Beijing mengecam penangkapan kepala keuangan Huawei Technologies Co Meng Wanzhou oleh Kanada pada 1 Desember lalu atas permintaan ekstradiri AS, dan mengancam aksi balasan jika kasus Meng tidak dibatalkan.

Beberapa hari setelah peristiwa itu, China menahan dua warga Kanada, yakni pengusaha Michael Spavor dan mantan diplomat yang juga penasihat International Crisis Group (ICG) Michael Kovrig, yang diselidiki karena dianggap membahayakan kemanan nasional negara itu.

Baca juga: Inikah Pembalasan China? Warga Kanada Menuju Hukuman Mati

Dalam sebuah artikel di harian Ottawa Hill Times yang diterbitkan pada Rabu (9 Januari 2019), Dubes Lu Shaye mengatakan permintaan Kanada untuk membebaskan kedua orang itu mencerminkan "standar ganda" yang lahir dari keegoisan Barat dan supremasi kulit putih.

"Tampaknya, mereka, hukum Kanada atau negara-negara Barat wajib ditaati dan diikuti, sementara hukum China tidak demikian, dan tidak boleh dihormati. Kurangnya perhatian terhadap Meng di Kanada mengisyaratkan bahwa perlakuan manusiawi hanya diterapkan bagi warga Kanada, bukan China," tulis Lu.

China tidak menyebutkan keterkaitan langsung antara penangkapan dua warga Kanada tersebut dengan Meng, namun para pejabat Barat di Beijing menyebut kasus itu sebagai aksi balasan.

Baca juga: Usai Penangkapan Petinggi Huawei, China Telah Menahan 13 Warga Kanada

Meski Meng memiliki akses ke pengacara, dibebaskan dengan jaminan, dan dapat bertemu keluarganya, Kovrig tidak mendapat pendampingan hukum, tidak diizinkan bertemu keluarganya, dan dibatasi pertemuannya dengan pejabat konsuler.

AS berupaya mengekstradisi Meng atas tuntutan menyalahgunakaan bank-bank multinasional untuk transaksi yang terkait dengan Iran, membuat ssejumlah bank berisiko melanggar sanksi AS.

Huawei adalah penyuplai terbesar perlengkapan jaringan telekomunikasi dan penjual ponsel cerdas terbesar kedua di dunia. Sejak setidaknya pada 2016, AS memeriksa apakah produk Huawei yang dibuat di AS dikirimkan ke Iran atau negara-negara lain yang melanggar ekspor dan sanksi AS.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More