Forgot Password Register

Terkait Polemik Bonus Atlet Asian Games, Ini Penjelasan Dispora

Terkait Polemik Bonus Atlet Asian Games, Ini Penjelasan Dispora Balai Kota DKI Jakarta. (Foto: Istimewa)

Pantau.com - Asian Games 2018 telah usai namun gelora kemeriahan masih melekat di masyarakat, begitu juga yang dirasakan oleh para atlet yang berhasil meraih medali hingga mendapatkan bonus dari pemerintah yaitu pemerintah pusat dan provinsi. Tapi Pemprov DKI Jakarta sempat dinyatakan tidak memberikan bonus sesuai dengan janji kepada atletnya.

Belum lama ini tepatnya pada 22 Oktober 2018, beredar kabar bahwa dari pemerintah provinsi DKI Jakarta Dinas Pemuda dan Olahraga (Disorda) yang memberikan bonus kepada atlet ibu kota itu tidak sesuai dengan yang dijanjikan. Sebelumnya pemprov DKI Jakarta akan memberikan bonus sebesar Rp750 juta untuk peraih medali emas, sedangkan medali perak Rp 500 juta, begitu pula peraih perunggu Rp150 juta.

Nyatanya bonus yang diberikan kepada atlet berubah, di mana peraih medali perak menerima sebesar Rp250 juta dan perunggu sebesar Rp 150 juta. Adanya perubahan itu pun jadi bual-bualan para atlet, bahkan salah satu atlet peraih medali perak mengatakan pemerintah tidak perlu melakukan pencitraan jika tidak bisa menepati janji.

Baca Juga: Bonus Atlet Langsung Cair Usai Perhelatan Asian Games

Mengenai hal ini pun langsung dibantah oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta, Ratiyono yang mengatakan hal itu dinyatakan salah kaprah. Bahwa memang sebenarnya bonus yang dijanjikan itu sangat sesuai dengan yang dijanjikan yaitu untuk peraih medali perak sebesar itu Rp500 juta yaitu untuk pasangan ganda bukan perorangan, dan hal itu awalnya tidak dijelaskan sehingga terjadi kesalapahaman.

"Sangat sesuai dan tidak ada pengurangan. Tidak ada yang mengurangi. Jumlah yang disebutkan Rp 500 juta itu merupakan peraih medali perak untuk nomor ganda. Artinya untuk nomor peroragannya dapat Rp 250 juta," ujar Ratiyono, saat dihubungi, Selasa 6 November 2018.

Selain itu Ratiyono juga mengatakan bahwa memang untuk mengenai bonus Pemprov tidak bisa memberi sama besarnya seperti Kemenpora, karena bonus dari pemerintah provinsi sendiri adalah sebuah aspresiasi untuk atlet, agar lebih semangat lagi ke depan dan bisa berjuang untuk menghasilkan medali emas. Mengenai pemotongan dari jumlah pajaknya juga sudah dibayarkan oleh pemerintah.

"Malah pajak yang dibayarkan oleh negara. Jadi atlet semua terima bersih, namanya juga tambahan untuk apresiasi, jangan disamakan dengan bonus APBN. Semoga ke depannya atlet yang dapat perak jangan lagi mau dapat perak, harus emas. Karena jumlah bonus untuk perak tidak sebesar emas, dia harus berusaha supaya dapat emas," tambahnya.

Sementara itu untuk bonus sendiri yang diberikan kepada atlet asal Jakarta sudah diberikan langsung kepada atlet yang bersangkutan. Hanya saja masih ada atlet bulu tangkis yang belum menerima bonus, hal ini dikarenakan para atlet masih melakoni turnamen BWF World Tour 2018. Seperti yang diketahui bahwa setiap pekannya atlet binaan PBSI Cipayung itu harus berangkat ke negara lain dan setelah selesai akan langsung diberikan oleh para atlet.

"Bonus untuk atlet DKI sudah diberikan, tinggal bulu tangkis saja yang belum beres karena para pemainnya masih menjalani rangkaian pertandingan di luar negeri. Nanti kita tunggu atletnya pulang saja untuk bisa langsung diberikan. Kalau ditransfer berisiko salah, nanti malah uangnya masuk ke rekening orang lain," tuntas Ratiyono.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More