Pantau Flash
Menpora Malaysia Sanjung Gojek Bantu Ekosistem e-Commerce Negaranya
BNPB: Kualitas Udara di Sumsel, Jambi, dan Riau Sangat Tidak Sehat
F1 Bakal Digelar di Miami pada Musim 2021
OJK: Kehadiran Palapa Ring Bisa Percepat Industri Fintech di Indonesia
Kementan Dorong Kawasan Perbatasan Jadi Lumbung Beras dan Ekspor

Terkuak! Ini Motif Utama Dosen IPB Abdul Basith Rakit Puluhan Bom Molotov

Headline
Terkuak! Ini Motif Utama Dosen IPB Abdul Basith Rakit Puluhan Bom Molotov Abdul Basith. (Foto: manajemen.fem.ipb.ac.id)

Pantau.com - Penyidik Polda Metro Jaya menduga dosen Institut Pertanian Bogor (IPB) bernama Abdul Basith bersama kelompoknya berencana menggagalkan pelantikan Presiden Joko Widodo pada 20 Oktober.

"Pelaku akan meledakkan sejumlah bom di wilayah Jakarta Barat," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Suyudi Ario Seto di Jakarta, Rabu (9/10/2019).

Baca juga: Status PNS Dosen IPB Abdul Basith Dicabut Jika Terbukti Punya Molotov

Suyudi mengatakan kelompok AB merencanakan menempatkan bahan peledak bom ikan di sepanjang Jalan Grogol hingga Roxy, Jakarta Barat.

Dari hasil pemeriksaan AB dan tersangka lain, Suyudi mengungkapkan pelaku berusaha membuat kerusuhan untuk menurunkan Jokowi sebagai presiden.

Kelompok tersebut dikatakan Suyudi, pengin melengserkan Presiden Jokowi melalui isu kebakaran hutan dan revisi Undang-Undang KPK. "Terakhir target utama mereka membatalkan pelantikan presiden," ungkap Suyudi.

Baca juga: Dosen Abdul Basith Ditangkap atas Dugaan Menyimpan Molotov, Ini Kata IPB

Sebelumnya, AB, seorang dosen IPB ditetapkan sebagai tersangka bersama sembilan orang lainnya sebagai tersangka yakni, S alias L, OS, JAF, AL, NAD, SAM, YF, ALI, dan FEB terkait dugaan kepemilikan bahan peledak.

AB diduga memiliki peran sebagai pemasok bom molotov untuk aksi Mujahid 212 pada beberapa waktu lalu di depan Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.

Atas perbuatannya AB dijerat Pasal 1 ayat (1) UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 terkait tindak pidana membuat, menguasai, membawa, menyimpan, mengangkut, menyerahkan, dan atau berusaha menyerahkan bahan peledak.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta
Category
Nasional

Berita Terkait: