Pantau Flash
KPK Panggil Sekjen DPR RI Jadi Saksi Kasus Impor Bawang Putih
LAPAN Bangun Bandar Antariksa di Biak Tahun 2020 Mendatang
25 Kelurahan di DKI Jakarta Masuk Kategori Rawan Banjir
Aceh Juga Diguncang Gempa Magnitudo 5,1
Gempa M 5,9 Kembali Guncang Maluku Utara

Ternyata Banyak Minum Air Juga Tidak Baik untuk Tubuh, Jika...

Ternyata Banyak Minum Air Juga Tidak Baik untuk Tubuh, Jika... Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Salah satu cara paling mudah untuk menjaga tubuh tetap bugar merupakan dengan cukup minum air. Hal itu penting agar tubuh tidak mengalami dehidrasi. 

Sebuah studi tahun 2018 dalam jurnal Frontiers in Physiology menyebut bahwa dehidrasi dapat menyebabkan kelelahan dan daya tahan tubuh melemah. Bahkan dehidrasi ringan dapat mengganggu suasana hati seseorang atau kemampuan untuk berkonsentrasi.

Melansir Time, National Academy of Medicine merekomendasikan wanita dan pria dewasa agar minum setidaknya 2,6 hingga 3,6 liter air setiap hari.

Namun ada yang perlu diperhatikan. Profesor kesehatan masyarakat di Appalachian State University dan direktur Human Performance Lab di North Carolina Research Campus David Niemen menjelaskan jika telah minum banyak tapi sering mengalami buang air kecil, air tersebut tidak ada manfaatnya bagi tubuh. "Jika anda minum air dan dalam dua jam urin yang anda keluarkan sangat sering, itu berarti air tidak tertahan," kata Niemen.

Baca juga: Hobi Minum Es Kopi? Awas, Ternyata Ini Dampak Negatifnya Terhadap Tubuh

Niemen juga mengatakan bahwa air punya kecenderungan untuk menyelinap melalui sistem pencernaan manusia ketika tidak disertai dengan makanan atau nutrisi. Hal itu terjadi ketika orang minum air dalam jumlah besar saat perutnya kosong.

"Tidak ada manfaat dari konsumsi semacam itu," katanya.

Beberapa penelitian juga mendukung klaim Niemen bahwa minum banyak air bukanlah cara terbaik untuk tetap terhidrasi. Sebuah studi tahun 2015 di American Journal of Clinical Nutrition, para peneliti membandingkan efek hidrasi jangka pendek lebih dari selusin minuman yang berbeda. Mulai dari air putih, susu, teh dan bir.

"Berdasarkan analisis urine yang dikumpulkan dari para peserta penelitian, para peneliti menyimpulkan bahwa beberapa minuman - termasuk susu, teh, dan jus jeruk, tetapi bukan minuman olahraga - lebih menghidrasi daripada air putih," demikian hasil studi tersebut.

Baca juga: 5 Cara Efektif Hindari Terjadinya Dehidrasi

Tentu saja, tidak ada yang menyarankan orang untuk mengganti air dengan susu. Air putih masih penting, sama juga meminum minuman olahraga, bir, dan bahkan kopi hingga batas tertentu.

Tetapi penulis studi 2015 menyatakan bahwa ada beberapa "elemen minuman" yang memepengaruhi berapa banyak H2O yang dipertahankan oleh tubuh.

Elemen ini termasuk kandungan nutrisi minuman, serta keberadaan "agen diuretik" yang meningkatkan jumlah urine yang dihasilkan seseorang.

Menenggak air bersama dengan asam amino, lemak, dan mineral tampaknya membantu tubuh mengambil dan mempertahankan lebih banyak H2O dan karenanya mempertahankan tingkat hidrasi yang lebih baik. "Orang-orang yang minum berbotol-botol air di antara waktu makan tanpa makanan, mereka mungkin mengeluarkan sebagian besar air itu," kata Niemen.

Tim Pantau
Sumber Berita
Time.com
Editor
Widji Ananta
Penulis
Lilis Varwati
Category
Ragam