Pantau Flash
The Fed Turukan Suku Bunga, Rupiah Diprediksi Menguat
BMKG Keluarkan Peringatan Dini untuk Wilayah Perairan Indonesia
PBNU Ikut Komentar Soal Kenaikan Cukai Rokok Berdampak ke Petani Tembakau
PKB Pastikan Beri Bantuan Hukum untuk Imam Nahrawi
Indonesia Hancurkan Kepulauan Mariana Utara 15-1

Terungkap! Ini Motif Sebenarnya Haris Tega Habisi Nyawa Satu Keluarga di Bekasi

Headline
Terungkap! Ini Motif Sebenarnya Haris Tega Habisi Nyawa Satu Keluarga di Bekasi Konferensi pers Polda Metro Jaya terkait pembunuhan satu keluarga di Bekasi (Foto: Pantau.com/Rizky Adytia)

Pantau.com - Tersangka pembunuhan satu keluarga, Haris Simamora (23), akhirnya meringkuk di balik jeruji besi setelah mengaku sebagai dalang dalam insiden berdarah itu. Selain itu, dalam pemeriksaan itu juga diketahui bahwa motif pembunuhan sadis itu lantaran Haris tak terima pengelolaan tempat kos direbut oleh Daperum Nainggolan.

Haris bercerita kepada polisi bahwa ia merasa sakit hati dengan Daperum Nainggolan (38), dan Maya Ambarita (37) yang telah merebut pengelolaan rumah kos dari tangannya. Sehingga, dengan alasan itu Haris nekat merencanakan aksi pembunuhan sadis itu.

Baca juga: Detik-detik Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi, Sakit Hati Berujung Hantaman Linggis

"Pelaku sakit hati karena korban ini mengelola kost. Beberapa waktu yang lalu pengelolanya pelaku," ucap Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Wahyu Hadiningrat di Polda Metro Jaya, Jumat (16/11/2018).

Sakit hati dan dendam itu kian diperparah lantaran Haris kerap menerima hinaan dari kakak sepupunya (Maya Ambarita) yang menyebut dirinya tak berguna. Alasanya, Haris telah menjadi pengangguran selama tiga bulan setelah keluar dari salah satu perusahaan di kawasan Cikarang, Jawa Barat.

"Setiap datang (ke rumah korban) dan main, dia (pelaku) sering dihina (korban), dianggap tak berguna dan semacamnya," jelas Wahyu Hadiningrat.

Bahkan, hal yang semakin membulatkan niatnya untuk menghabisi nyawa keduanya lantaran Haris kerap mendapat perlakukan yang tidak menyenangkan oleh sepasang suami istri itu.

Perlakukan tak menyenangkan itu mulai dari dibangunkan dari tidurnya dengan menggunakan kaki hingga kekerasan fisik lainnya.

"Secara fisik ditendang dengan kaki, itu informasi dari tersangka," ungkap Wahyu Hadiningrat.

Alhasil, dengan rasa kesal, benci yang bercampur aduk dan terpendam selama beberapa lama, Haris pun melampiaskan segala macam sakit hati dan dendamnya tersebut pada Senin, 12 November 2018, dengan menghabisi nyawa semua keluarga sepupunya tersebut menggunakan linggis.

"Dia sudah merencanakan beberapa hari sebelumnya," singkat Wahyu Hadiningrat.

Baca juga: Benarkah Motif Pelaku Membunuh Satu Keluarga di Bekasi karena Balas Dendam?

Diberitakan sebelumnya, satu keluarga yang tinggal di Jalan Bojong Nangka 2, RT 002 RW 07, Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat, ditemukan tewas lantaran diduga menjadi korban pembunuhan.

Empat orang yang terdiri dari Ayah, ibu dan dua orang anak itu beridentitas Daperum Nainggolan (39) Maya Ambarita (37), Sarah Nainggolan (9) Arya Nainggolan (7).

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Sigit Rilo Pambudi
Penulis
Sigit Rilo Pambudi
Reporter
Rizky Adytia Pramana
Category
Nasional

Berita Terkait: