Forgot Password Register

Headlines

Terungkap! Ternyata Ini Peran Kepala Staf Kepresidenan di Istana Negara

Terungkap! Ternyata Ini Peran Kepala Staf Kepresidenan di Istana Negara Presiden Joko Widodo didampingi Kepala KSP Moeldoko (kiri). (Foto: Antara/Wahyu Putro A)

Pantau.com - Kinerja 100 hari Kepala Staf Presiden (KSP) Jenderal TNI (Purn) Moeldoko dinilai Pakar komunikasi politik Hendri Satrio sudah cukup baik. Bahkan, Hendro mengatakan sosok Moeldoko mampu mewakili dan mempresentasikan kemauan Istana di depan publik.

Moeldoko menjabat sebagai KSP sejak Januari lalu usai menggantikan Teten Masduki. Mantan Panglima TNI itu memiliki peranan penting dalam mengungkapkan dan membantu menyampaikan pesan kunci Presiden Joko Widodo kepada publik.

Hendri menilai Moeldoko bisa mendukung dan membantu Jokowi meneruskan pesan kepada masyarakat agar lebih baik dan KSP berkinerja lebih teratur, serta tidak "seliweran" seperti era pimpinan KSP sebelumnya.

Dosen Universitas Paramadina Jakarta itu menyarankan KSP harus memberikan saran dan masukan kepada Jokowi terkait hal yang "miss" tersebut. Dia juga memperhatikan setiap Jokowi berpidato kenegaraan tahunan kerap menekankan koordinasi dan komunikasi antarinstansi pemerintah harus diperbaiki.

Terkait pesan itu, Hendri menyatakan KSP memiliki peranan penting untuk meningkatkan kualitas komunikasi dengan seluruh instansi pemerintah sehingga tidak timbul kesalahpahaman yang terjadi di lapangan.

Baca juga: Moeldoko Tepis Tudingan KSP Bentuk Relawan Jokowi

Sementara Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin menyatakan salah satu hal yang patut diapresiasi adalah adanya ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan masukan, keluhan, maupun informasi kepada pemerintah melalui KSP.

"Program KSP Mendengar yang digagas ini merupakan bentuk jembatan antara masyarakat dengan Istana," ujar Ujang.

Ujang pun menilai Moeldoko yang akademisi bergelar doktor itu, memiliki kemampuan untuk mengatur ritme komunikasi dan koordinasi pada kabinet pemerintahan Jokowi.

Sementara itu, pengamat politik dari Universitas Pelita Harapan Emrus Sihombing berpendapat kinerja KSP sampai dengan saat ini tidak terlalu terlihat di ruang publik, padahal KSP merupakan salah satu posisi strategis dalam lingkar istana.

Ia mendorong agar KSP lebih terlihat, dan apa yang dikerjakan lebih diketahui dan dimengerti oleh masyarakat.

"KSP juga merupakan jabatan strategis di lingkungan presiden. Idealnya, disampaikan ke publik apa yang direncanakan, dilakukan dan capaiannya yang sudah diperoleh. Bisa jadi tim komunikasinya tidak berjalan," ungkapnya.

Baca juga: PDIP Usul Moeldoko Jadi Pendamping Jokowi, Hanura: Kader Kita Cawapres, Ya Bangga

Ia berharap adanya publikasi yang lebih masif terkait dengan kerja KSP, apalagi KSP merupakan pihak yang dapat langsung berhubungan dengan presiden.

Oleh karenanya, KSP juga ikut bertanggung jawab atas publikasi keberhasilan kerja pemerintah secara keseluruhan.

"Ini juga untuk kepentingan pemerintahan. Diharapkan harus proaktif memperbincangkan keberhasilan pemerintahan Pak Jokowi. Juga harus menjadi 'leading sektor' dari semua isu," tutur Emrus.

Sedangkan dari kalangan Dewan, Ketua Komisi II DPR RI Zainuddin Amali menilai kinerja KSP kini lebih aktif. "Saya kira bagus KSP sepanjang mendukung kegiatan Presiden dan sejauh ini normal," ucap Zainuddin.

Sebagai mitra kerja, Komisi II DPR menilai kerja-kerja KSP harus lebih ditingkatkan.

Seperti halnya Emrus, Zainudin menilai masyarakat harus lebih mengerti apa yang dilakukan pemerintah. Dan, ini adalah salah satu kerja KSP yang utama.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More