Forgot Password Register

Headlines

Terus Didorong, BI Sebut Redenominasi Bisa Atasi Pelemahan Rupiah

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo (Kanan). (Foto: Pantau.com/Ratih Pratiska) Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo (Kanan). (Foto: Pantau.com/Ratih Pratiska)

Pantau.com - Melihat nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika masih terus berfluktuasi. Berdasarkan data bloomberg, nilai tukar rupiah pada hari ini (3/5) berada dikisaran Rp13.955-13.977 per dollar AS. Hal ini membuat Bank Indonesia semakin mendorong untuk usulan penyederhanaan nilai mata uang atau redenominasi.

"Jadi satu dollar sama dengan lima digit angka rupiah. Sedangkan mata ulang lain, satu dolar satu digit mata uang negaranya. Jadi, persentase kecil seolah-oleh jumlahnya besar," ujar, Agus Martowardojo Gubernur BI  saat ditemui di Gedung Thamrin Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (3/5/2018).

Baca juga: Astaga! Tanpa Sadar 5 Faktor Ini Jadi Penyebab Kita Jadi Konsumtif

Lebih lanjut ia memaparkan, sejauh ini wacana redenominasi masih dalam tahap diskusi. Namun ia menambahkan, rencana ini belum masuk dalam rencana tahun 2018-2019.

"Redenominasi pasti masih dalam diskusi antara Bank Indonesia, pemerintah dengan DPR tapi tahun 2018-2019 belum masuk," pungkasnya.

Baca juga: Siap-siap! Perusahaan Rela Gaji Mahal Lulusan Bahasa Ini

Perlu diketahui, pada 2017, pemerintah melalui Menteri Keuangan Sri Mulyani memutuskan tidak mengajukan RUU Redenominasi ke DPR karena otoritas fiskal lebih mengutamakan revisi Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP).

Namun, Agus Martowardojo sudah menyampaikan langsung kepada Presiden Joko Widodo agar pemerintah mengajukan RUU terkait dengan redenominasi ke DPR.

Pertimbangan Agus, kondisi ekonomi dan politik pada 2017 sudah stabil dan kondusif untuk membahas redenominasi. Dalam hal ini, diperlukan masa transisi tujuh tahun untuk redenominasi sebelum Indonesia benar-benar memberlakukan pecahan mata uang baru.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More