Forgot Password Register

Tetap Mesra dengan Iran, China 'Kangkangi' Ancaman AS

Tetap Mesra dengan Iran, China 'Kangkangi' Ancaman AS Bendera China (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Hubungan dagang China dengan Iran dibangun dengan prinsip keterbukaan, transparansi dan kepatuhan terhadap hukum internasional. Hal ini diungkapkan Kementerian Luar Negeri China pada Rabu 8 Agustus 2018.

China menegaskan hal tersebut setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam mengusir semua perusahaan yang mempunyai hubungan usaha dengan Iran.

Ancaman itu adalah bagian dari sanksi baru Amerika Serikat terhadap Iran yang tetap akan diberlakukan meski sekutu AS mendesak Trump membatalkannya.

Baca juga: Harga Minyak Naik Pasca Sanksi AS Terhadap Iran

Iran tegas menolak tawaran berunding dari Trump. Teheran mengaku tidak bisa berunding dengan AS karena terbukti melanggar perjanjian yang mereka tanda tangani pada 2015 terkait program nuklir Iran.

Tahun ini Trump memutuskan menarik diri dari perjanjian nuklir 2015 yang disepakati bersama Inggris, Prancis, Jerman, Rusia, China dan Iran. China selama ini punya hubungan dagang yang dekat dengan Iran, khususnya di sektor energi.

"China terus konsisten menentang sanksi sepihak. Kerja sama komersial antara China dan Iran adalah hubungan yang terbuka dan transparan, adil dan taat hukum, serta tidak melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB," kata  kata Kementerian Luar Negeri China.

"Kami akan mempertahankan hak kami untuk berhubungan dengan negara lain," lanjut Kementerian Luar Negeri China.

China merupakan pelanggan utama minyak dari Iran. Negara itu membeli sekitar 650.000 barel minyak mentah per hari dari Iran atau sekitar tujuh persen dari total impor minyak mentah Beijing. Dengan harga sekarang, nilai impor tersebut mencapai sekitar 15 miliar dolar AS per tahun.

Di sisi lain, badan usaha milik negara China di sektor energi seperti CNPC dan Sinopec telah menginvestasikan miliaran dolar ke sejumlah ladang minyak penting Iran di Yadavaran dan Azadegan Utara.

Baca juga: Uni Eropa Jamin Sanksi AS Terhadap Iran Tak Berdampak Terhadap Negara Eropa

Sementara itu, negara Eropa berharap Tehran masih tetap bertahan pada kesepakatan nuklir 2015, meski tanpa Amerika Serikat. Negara Eropa berjanji akan mencarikan cara agar Iran tidak terlalu merasakan dampak sanksi AS.

Namun, janji itu sulit dipenuhi. Beberapa perusahaan Eropa sudah keluar dari Iran karena tidak berani menanggung risiko sanksi dari Amerika Serikat.

Hanya sedikit perusahaan Amerika Serikat yang punya usaha di Iran. Dengan demikian dampak sanksi baru dari Trump akan bergantung pada keberhasilan AS memblokade hubungan dagang perusahaan-perusahaan Eropa dan Asia dengan Iran.

Beberapa perusahaan Eropa yang sudah membatalkan rencana investasi di Iran, di antaranya raksasa minyak asal Prancis, Total dan pembuat mobil Renault.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More