Pantau Flash
Polusi Udara di Sydney Semakin Memburuk, Tujuh Kali di Atas Tingkat Bahaya
Nadiem Kembalikan USBN pada Esensi Sistem Pendidikan Nasional
Tim Panahan Fokus Olimpiade 2020 Tokyo Seusai SEA Games 2019
Kemendikbud Sebut UN Akan Diganti Sistem Penalaran
88 Proyek Strategis Nasional Bernilai Rp421,1 Triliun Selesai Akhir 2019

Thailand Terancam Krisis Ekonomi karena Tuduhan Manipulasi Pemilu

Thailand Terancam Krisis Ekonomi karena Tuduhan Manipulasi Pemilu Ilustrasi. (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Kurang dari dua bulan sejak berkuasa, pemerintah pasca-junta Thailand berusaha menangkis serangkaian penentangan terhadap keberadaannya, termasuk badai politik seputar kegagalan Kabinet untuk mengucapkan sumpah jabatan secara lengkap.

Pemilihan umum pada Maret mengembalikan pemimpin kudeta pada 2014, PM Prayut Chan-ocha, ke kursi kekuasaan di tengah-tengah kritik luas bahwa junta militer pimpinannya memanipulasi pemilihan untuk memenangkannya.

Baca juga: Fasilitas Kilang Aramco Diserang, Saudi Genjot Pemulihkan Produksi Minyak

Dua bulan kemudian Thailand menobatkan raja baru, Maha Vajiralongkorn, yang telah melakukan konsolidasi kekuatan di Istana Kerajaan sejak kematian bapaknya, Raja Bumibol Aduyadej pada 2016.

Sementara itu pertumbuhan PDB negara itu anjlok ke tingkat terendah. Analis memperkirakan pengadilan Thailand akan menyelamatkan pemerintahan baru Prayut dari kejatuhan. Namun, mereka mengatakan, pertikaian di majelis rendah Parlemen minggu depan seputar pengambilan sumpah yang tidak sempurna akan semakin merusak citra pemerintah, apalagi kalau ekonomi Thailand terus menurun.

Tim Pantau
Penulis
Nani Suherni
Category
Ekonomi

Berita Terkait: