Pantau Flash
ASEAN School Games 2919 Resmi Dibuka, Menpora: Selamat Bertanding
Axl Roses Ditangkap karena Edarkan Ganja
Tak Puas dengan Sebelumnya, KPK Minta Presiden Bentuk TGPF Baru Kasus Novel
Pengacara Tomy Winata Serang Hakim di PN Jakpus, Jidat Dihantam Gesper
Rian Ernest Dipolisikan karena Sebut Politik Uang di Pemilihan Wagub DKI

Theresa May Mundur, Bagaimana Inggris Memilih Perdana Menteri Baru?

Headline
Theresa May Mundur, Bagaimana Inggris Memilih Perdana Menteri Baru? Perdana Menteri Inggris Theresa May (Foto: PA

Pantau.com - Setelah berkuasa selama 1.059 hari, Perdana Menteri Inggris Theresa May secara resmi mundur sebagai ketua partai yang berkuasa, Konservatif, Jumat (7 Juni 2019).

Namun ia tetap akan menjabat sebagai perdana menteri sampai penggantinya dipilih dan diperkirakan pada minggu ketiga bulan Juli. May akan tetap memegang posisi penjabat ketua partai sampai proses pemilihan selesai.

Mengapa May mengundurkan diri dan apa artinya bagi masa depan Britania Raya?

Selama menjabat sebagai perdana menteri, Theresa May gagal menyelesaikan tugas paling pentingnya, menyelesaikan Brexit.

Baca juga: Trump Sadar Brexit Tak Mampu Kembalikan Perbatasan Keras Irlandia

Warga Inggris memilih untuk berpisah dari Uni Eropa dengan suara 52 persen dan suara yang menolak 48 persen dalam referendum Juni 2016.

Dua setengah tahun kemudian, kesepakatan dicapai antara Inggris dan Uni Eropa terkait proses Brexit. Namun anggota Partai Konservatif merasa kesepakatan itu buruk dan beberapa menteri May mundur.

Keluarnya Inggris dari Uni Eropa ditunda sampai 31 Oktober dan dengan semakin tingginya tekanan, May mengumumkan pengunduran dirinya dua minggu lalu.

Siapa yang ingin jadi perdana menteri?

Sejauh ini sudah ada 11 orang yang ingin mencalonkan diri sebagai pemimpin partai Konservatif, yang pada ujungnya akan terpilih sebagai perdana menteri.

Boris Johnson, mantan menteri luar negeri dan wali kota London saat ini adalah favorit. Namun favorit tidak selalu menang.

Johnson pernah jadi favorit tahun 2016 sebelum pendukung utamanya, Michael Gove muncul. Kali inipun, mantan menteri dalam negeri ini juga mencalonkan diri. Dari 11 calon, dua adalah perempuan.

Pemenang pemilihan Partai Konservatif harus mendapat dukungan dari anggota parlemen dan juga anggota partai lainnya.

Untuk dapat dipilih, calon perlu mendapat tanda tangan dari delapan sesama anggota parlemen. Calon kemudian dipilih hanya dua dalam pemungutan suara rahasia oleh anggota parlemen Partai Konservatif.

Pemilihan diakhiri dengan pemungutan suara yang dibuka untuk mereka yang membayar untuk menjadi anggota partai. Pemilihan ini hanya diikuti oleh 124.000 orang, dan mereka inilah yang akan memilih pemimpin negara dengan penduduk lebih dari 65 juta orang.

Sebagia besar anggota partai berusia lebih dari 55 tahun dan mayoritas adalah dari kelas atas. Pemenang pemilihan ketua yang akan menjadi perdana menteri baru akan diumumkan pada minggu ketiga bulan Juli.

Baca juga: Pasca Kemunduran Theresa May, Trump Bertandang ke Inggris?

Apakah akan ada pemilihan umum?

Partai Konservatif adalah partai yang berkuasa saat ini dan tidak perlu mengadakan pemilihan umum.

Namun perdana menteri baru mungkin merasa perlu untuk mendapatkan dukungan publik atas rencana Brexit. Perdana menteri bisa mengusulkan pemilu bila disepakati oleh dua pertiga anggota parlemen.

Bagaimana dengan Brexit?

Walaupun Theresa May mundur, masalah Brexit masih jauh dari selesai. Pertama adalah meloloskan usulan May, gagasan yang didukung salah satu calon pemimpin Konservatif, Rory Stewart. Namun gagasan ini sudah ditolak tiga kali.

Yang kedua adalah negosiasi ulang kesepakatan yang ada. Inilah yang banyak diinginkan pemimpin partai. Namun Uni Eropa telah mengatakan kesepakatan yang ada tak bisa diubah.

Pilihan ketiga adalah melakukan referendum Brexit lagi. Namun para anggota parlemen sebelumnya belum pernah mendukung pemungutan suara ulang.

Secara singkat, walaupun Theresa May mundur, masalah Brexit ini tetap tidak mudah diselesaikan.

Share this Post:
Tim Pantau
Penulis
Nani Suherni
Category
Internasional

Berita Terkait: