Forgot Password Register

Tim Cahill Putuskan Pensiun dari Timnas Australia

Tim Cahill Putuskan Pensiun dari Timnas Australia Tim cahill (Foto: reuters/Marcos Brindicci)

Pantau.com - Pencetak gol terbanyak Australia Tim Cahill memutuskan pensiun dari timnas Australia, setelah menjalani turnamen Piala Dunia keempatnya. Pemain berusia 38 tahun ini telah mencatatkan 50 gol di laga internasional dari 107 penampilannya.

Cahill tampil sebagai pemain pengganti saat Socceroos -julukan Australia- bertemu Peru di pertandingan terakhir fase grup yang berakhir dengan kekalahan 0-2.

"Hari ini merupakan hari di mana saya secara resmi gantung sepatu pada karier internasional saya dengan Socceroos," kata Cahill melalui akun Twitternya pada Selasa (17/7/2018).

"Tidak ada kata-kata yang dapat dijelaskan mengenai apa makna untuk mewakili negara saya.Terima kasih banyak kepada Anda semua untuk dukungan sepanjang karier saya mengenakan lambang Australia," tulisnya.

Keputusan Cahill ini berkaitan dengan usianya yang tak lagi muda. Ditambah fakta bahwa Socceroos memiliki pelatih baru yakni Graham Aronold, dimana dia belum tentu menjadi pilihan utama di skuat inti.Selain itu, Cahill juga mengalami kesulitan untuk mendapatkan kesempatan bermain di level klub pada tahun lalu.

Ia meninggalkan klub Liga Australia Melbourne City Desember silam sebelum memperkuat klub divisi kedua Inggris Millwall, klub di mana ia pertama kali mendapat perhatian publik.

Baca juga: Kroasia, Simbol Perlawanan 'Tim Kecil' di Piala Dunia

Keputusan pensiun Cahill mendapat tanggapan dari mantan pelatih Socceroos Bert van Marwijk. Bert mengatakan bahwa meski kehadiran Cahill sangat bernilai, ia tidak dijamin mendapatkan tempat di skuat utama

"Ia tidak banyak bermain dan penting bagi para pemain untuk mendapatkan irama dan bermain," terang pria Belanda itu, perihal kesulitan Cahill mendapatkan kesempatan bermain reguler.

"Namun selalu ada beberapa perkecualian. Ia adalah pemain yang sangat penting untuk tim nasional di kualifikasi dan di playoff." Kemampuan Cahill untuk mencetak gol di saat-saat krusial telah menjadikan dirinya sebagai sosok penting untuk tim selama 14 tahun karier internasionalny," jelasnya.

Sebagai pemain pengganti, Cahill mencetak dua gol ketika Australia mengalahkan Jepang pada Piala Dunia 2006 di Jerman, membuat timnya mendapatkan kemenangan perdana di pesta sepak bola global tersebut.

Partisipasi terakhirnya dengan timnas adalah setelah pada fase kualifikasi ia mencetak dua gol. Gol yang kedua merupakan gol penentu kemenangan di fase akhir pertandingan, saat melawan Suriah pada tahun lalu, yang membawa Socceroos menuju playoff, antar benua melawan Honduras.

Baca juga: Mundur Dari Kursi Pelatih, Ini Posisi Baru 'Si Tangan Tuhan'

Gol-gol itu, yang mengingatkan pada upaya-upaya serupa saat melawan Qatar dan Jepang pada kualifikasi Piala Dunia 2010, membuat dirinya mendapat pujian khusus dari pelatih Socceroos saat itu Ange Postecoglou.

"Timmy adalah Timmy, itulah mengapa ia merupakan yang terhebat," kata Postecoglou saat itu.

"Saya mengatakan ketika ia telah tampil pada ratusan pertandingan, ia adalah atlet hebat Australia, melampaui olahraga kami," sambungnya.

Di Piala Dunia 2018, Cahill lebih banyak menghabiskan waktunya sebagai pemain cadangan. Namun ia mencatatkan penampilan internasional ke-107nya ketika ia menggantikan Tomi Juric pada babak kedua ketika mereka kalah 0-2 dari Peru.

Pada akhir pertandingan ia difoto sedang membalut pergelangan tangannya, di mana media Australia dengan jeli mengindikasikan bahwa "Timmy Time" telah berakhir.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More