Forgot Password Register

Tim Gabungan Dibentuk Untuk Ungkap Kasus Novel, PKS: Tersangkanya Jangan Jadi Kambing Hitam di April 2019

Tim Gabungan Dibentuk Untuk Ungkap Kasus Novel, PKS: Tersangkanya Jangan Jadi Kambing Hitam di April 2019 Hidayat Nur Wahid. (Foto: Pantau.com/Bagaskara Isdiansyah)

Pantau.com - Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid mengaku tak ambil pusing dengan baru dibentuknya oleh Polri tim gabungan untuk mengungkap kasus penyiraman Penyidik Senior KPK Novel Baswedan. Hanya saja, Hidayat tak mau jika pelakunya terungkap malah jadi kambing hitam untuk kepentingan Pilpres 2019.

"Sekalipun orang akan mengatakan lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Tapi juga yang harus ditegaskan adalah yang (menyiram) pak Novel Baswedan harus segera dibongkar. Tapi jangan yang ditangkap hanya kambing hitamnya saja, untuk keperluan April 2019," kata Hidayat di Kantor DPP PKS, Jakarta Selatan, Minggu (13/1/2019).

Baca juga: Jika Lolos Parlemen, PKS Janji Pelopori UU Perlindungan Ulama

Kendati begitu, menurut Hidayat, kasus penyiraman air keras terhadap Novel harus segera terungkap siapa dalangnya. Jika kasus Novel terungkap maka akan membuka jalan juga untuk menguak siapa pelaku teror kepada jajaran pegawai KPK yang lain.

"Ini harus tuntas pada tingkat yang faktual, sehingga sekarang kasus dua bom molotov atau teror pada dua pimpinan KPK itu juga bisa dibongkar secara tuntas," tuturnya.

"Jadi, jangan kepentingan 2019 saja tetapi untuk kepentingan penegakan hukum yang seadil-adilnya dan juga untuk memastikan bahwa penegakan hukum di Indonesia dapat berjalan maksimal," sambugnnya.

Untuk itu, Wakil Ketua MPR RI meminta Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian untuk bisa mengungkap kasus tersebut secara tuntas. Selain itu, juga harus di cegah kembali adanya teror yang menimpa lembaga anti rasuah itu.

"Kita menegaskan KPK harus diselamatkan dari teror semacam ini," tandasnya.

Baca juga: Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid Sebut KPU Mendelegitimasi Dirinya Sendiri

Sekadar informasi Kapolri Jenderal Tito Karnavian membentuk tim gabungan khusus untuk mengungkap kasus penyiraman air keras kepada penyidik senior KPK Novel Baswedan. KPK berharap tim itu nantinya bisa berujung dengan menemukan pelaku teror tersebut.

"Jika ada tim yang dibentuk dengan unsur yang lebih kuat dan luas pasti akan kita dengar juga kritik dan saran terhadap tim ini. Tapi KPK berharap upaya-upaya ini bisa berujung pada ditemukannya pelaku penyerangan Novel Baswedan," kata juru bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat, 11 Januari 2019.

Berdasarkan surat tugas yang ditandatangani langsung oleh Jenderal Tito disebut jumlah anggota tim gabungan itu sebanyak 65 orang yang terdiri dari pihak praktisi, internal KPK, dan kepolisian. Meski begitu KPK enggan sesumbar optimisme pada tim tersebut.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More