Pantau Flash
PSG Tolak Tawaran Barcelona untuk Neymar
Amnesty International Desak Presiden Jokowi Ambil Alih Kasus Novel
BPPT: Gempa Megathrust Magnitudo 8,8 Berpotensi di Selatan Pulau Jawa
Wadah Pegawai KPK Kecewa dengan Hasil Investigasi TPF Kasus Novel
Penyuap Romahurmuziy Dituntut 3 Tahun Penjara dan Ditolak Jadi JC

Tim Pelatnas Atletik Tetap Ingin Gunakan Stadion Madya

Tim Pelatnas Atletik Tetap Ingin Gunakan Stadion Madya Para tim Atletik. (Foto: Pantau.com/Willa Wildayanti)

Pantau.com - Tim atletik ingin tetap berlatih di lapangan sepakbola Stadion Madya Gelora Bung Karno Jakarta, meski harus berbagi tempat dengan Bhayangkara FC. Hal itu dikemukakan pelatih atletik nomor lari cepat Eni Nuraeni.

Maklum saja, baru-baru ini keputusan pengelola mengizinkan Bhayangkara FC bermarkas di Stadion Madya selama mengarungi kompetisi Liga 1 Musim 2019 terhitung sejak Kamis 3 Juli 2019.

"Sebab lintasan atletik di lapangan sepakbola itu telah memenuhi standar keamanan," kata Eni Nuraeni.

Baca Juga: Stadion Madya Bukan Kandang Bhayangkara FC

Keputusan tersebut membuat sprinter Lalu Muhammad Zohri dan kolega harus berbagi lapangan latihan dengan atlet sepak bola Bhayangkara di Stadion Madya. Eni menyebut alasan tim atletik ingin tetap berlatih di lokasi itu karena fasilitas yang tersedia memenuhi standar kelayakan internasional.

Kelayakan yang dimaksud di antaranya lintasan lari yang terdiri atas delapan lajur mengelilingi lapangan sepakbola. Sementara area pemanasan yang menjadi lokasi berlatih anak asuh Eni di belakang tribun timur Stadion Madya, dianggap berpotensi mencederai atlet karena fasilitas yang tidak memenuhi standar keamanan.

Sudut tikungan dalam lintasan lari, menjadi hal krusial bagi atlet nasional saat berlatih. Alasannya, sudut yang terlalu tajam berpotensi mencederai pelari.

"Saat ini kami berlatih di area pemanasan. Yang jadi masalah itu tikungannya. Dari semula enam lajur lintasan, pas masuk ke tikungan jadi cuma tiga lajur. Kalau pelari saya melesat cepat, bisa bablas ke luar lapangan," tambahnya.

Baca juga: Bhayangkara vs Tim Atletik Soal Stadion Madya, Kemenpora Turun Tangan 

Selain itu, lintasan lari di zona pemanasan disebut Eni juga berbahaya bagi atlet lari estafet. "Kalau buat atletik, lintasannya harus yang standar, Apalagi tim estafet pertukaran tongkat dilakukan pas tikungan," kata dia.

Pelatih peraih penghargaan terbaik di Asia pada 2019 itu juga menyoroti larangan melintas di atas rumput stadion oleh pengelola sejak Bhayangkara mulai menggunakan area itu untuk bertanding.

"Penguatan kaki untuk lompat biasanya kita lakukan di rumput stadion. Tapi sekarang, untuk melintas saja tidak bisa," tukasnya.

Share this Post:
Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Tatang Adhiwidharta
Category
Olahraga

Berita Terkait:



Komentar

  1. PROMO TERDAHSYAT & NO TIPU2 DARI SITUS BOLA165 ( AGEN JUDI BOLA TERPERCAYA ) *BONUS NEW MEMBER UP TO 2jt *BONUS NEXT DEPOSIT UP TO 1jt BISA DI KLAIM BERKALI-KALI DALAM SEHARI *BONUS HADIR MINGGUAN 100rb *BONUS ROLLINGAN CASINO 0,5 % & SPORTBOOK 0,8% *CASHBACK CASINO & SPORTBOOKS 5% *BONUS TURNOVER IDN POKER UP TO 0,6% Silahkan Langsung ke TKP : https://sport165.com/ , whatsapp : +6282122629282 / +6287741757139