Forgot Password Register

Tips Najeela Shihab Berikan Pemahaman Pada Anak Tentang Terorisme

Najeela Shihab (Foto: Instagram/@najeelashihab) Najeela Shihab (Foto: Instagram/@najeelashihab)

Pantau.com - Kasus teror bom Surabaya yang melibatkan anak dibawah umur didalamnya tentu saja membuat orang tua geram sekaligus miris. Mengingat paham-paham terorisme sudah mulai menyasar anak dibawah umur untuk menjadi pelaku peledakan bom bunuh diri, para orang tua wajib untuk melindungi anak dari pengaruh buruk dari luar khususnya menyangkut radikalisme.

Melihat kondisi saat ini, Najeela Shihab sebagai pemerhati pendidikan memberikan tips kepada setiap orang tua cara untuk memberikan pemahaman tentang terorisme dan tindak kekerasan kepada anak.

Baca juga: Berduka Atas Serangan Bom Surabaya, Teuku Wisnu Ingatkan Soal Siksa Bunuh Diri

Ada 8 hal penting cara untuk berbicara bersama anak tentang terorisme, kekerasan dan situasi darurat, yakni:

1. Pilih suasana dan waktu yang tepat

2. Tanyakan perasaan anak dan cari tahu seberapa banyak informasi yang diketahui anak tentang teror/kekerasan. Ajukan pertanyaan, seperti: "Dengar berita hari ini? Apakah tadi heboh dibicarakan?."

3. Tiap anak memiliki tingkat kecemasan yang berbeda dan cara mengekspresikan emosi yang unik. Ajak anak untuk mengenali dan mengidentifikasi emosinya.

4. Orangtua/guru harus menunjukkan sikap tenang dan tidak menularkan kekhawatiran yang berlebihan. Hindari menyalahkan dan memperkuat prasangka yang salah terhadap kelompok tertentu.

5. Apabila anak berbagi fakta, opini, atau spekulasi tertentu, ajukan pertanyaan mengenai kredibilitas informasi, seperti: "Sudah dicek kembali ke website resmi? Apa manfaatnya kalau gambar ini disebar?" Jadilah teladan bagi anak tentang literasi media dan informasi dengan selalu kritis mengecek kebenarannya.

6. Ajarkan anak untuk tahu bereaksi dalam situasi darurat, misalnya bersikap tenang, tahu tanda/lambang keamanan, seperti pintu darurat, hafal nomor telepon orangtua, tahu cara mengungkapkan kecemasan kepada orang dewasa, memahami dan dapat mengikuti instruksi, serta menghindari kerumunan.

Baca juga: Soal Bom Surabaya, Armand Maulana Seperti Kilas Balik Kerusuhan 98

7. Ajarkan anak untuk sensitif dan responsif pada lingkungan sekitar, misalnya siapa yang butuh bantuan. Ajari dengan pertanyaan, "Apa yang bisa kamu lakukan kalau…?" atau "Bagaimana kita bisa membantu mereka, ya?."

8. Diskusikan kejadian sehari-hari maupun berita populer di media massa sesuai usia anak sebagai bagian dari rutinitas keluarga. Hal ini mengajarkan anak mengenai nilai sosial di masyarakat.

Berbicara dengan anak tentang terorisme, kekerasan dan situasi darurat . 1. Pilih suasana dan waktu yang tepat . 2. Tanyakan perasaan anak dan cari tahu seberapa banyak informasi yang diketahui anak tentang teror/kekerasan. Ajukan pertanyaan, seperti: “Dengar berita hari ini? Apakah tadi heboh dibicarakan?” . 3. Tiap anak memiliki tingkat kecemasan yang berbeda dan cara mengekspresikan emosi yang unik. Ajak anak untuk mengenali dan mengidentifikasi emosinya . 4. Orangtua/guru harus menunjukkan sikap tenang dan tidak menularkan kekhawatiran yang berlebihan. Hindari menyalahkan dan memperkuat prasangka yang salah terhadap kelompok tertentu . 5. Apabila anak berbagi fakta, opini, atau spekulasi tertentu, ajukan pertanyaan mengenai kredibilitas informasi, seperti: “Sudah dicek kembali ke website resmi? Apa manfaatnya kalau gambar ini disebar?” Jadilah teladan bagi anak tentang literasi media dan informasi dengan selalu kritis mengecek kebenarannya . 6. Ajarkan anak untuk tahu bereaksi dalam situasi darurat, misalnya bersikap tenang, tahu tanda/lambang keamanan, seperti pintu darurat, hafal nomor telepon orangtua, tahu cara mengungkapkan kecemasan kepada orang dewasa, memahami dan dapat mengikuti instruksi, serta menghindari kerumunan . 7. Ajarkan anak untuk sensitif dan responsif pada lingkungan sekitar, misalnya siapa yang butuh bantuan. Ajari dengan pertanyaan, “Apa yang bisa kamu lakukan kalau…?” atau “Bagaimana kita bisa membantu mereka, ya?” . 8. Diskusikan kejadian sehari-hari maupun berita populer di media massa sesuai usia anak sebagai bagian dari rutinitas keluarga. Hal ini mengajarkan anak mengenai nilai sosial di masyarakat . @keluargakitaid #mencintaidenganlebihbaik #pengasuhanadalahurusanbersama #semuamuridsemuaguru

A post shared by Najelaa Shihab (@najelaashihab) on

Share :
Komentar :

Terkait

Read More