Forgot Password Register

Headlines

TKN Jokowi-Ma'ruf Laporkan Pria yang Turunkan Foto Jokowi

TKN Jokowi-Ma'ruf Laporkan Pria yang Turunkan Foto Jokowi Pelaporan TKN kepada seorang pria (Foto: Pantau.com/Rizky Adytia)

Pantau.com - Direktorat bidang Advokasi dan Hukum Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf melaporkan seseorang yang diduga merupakan simpatisan kubu rival ke Bareskrim Polri, lantaran membuat dan menyebarkan video penurunan foto Presiden Joko Widodo di media sosial Facebook.

Dalam video, pria itu terlihat mengenakan kemeja biru dan tulisan 02 di bagian dada sebelah kirinya. 

Selain itu, pada pengujung rekaman video memperlihatkan pria tersebut jari telunjuk dan jempol yang menjadi simbol pendukung paslon 02.

Baca juga: Ditemukan Puluhan Amplop Berisi Uang Ratusan Ribu di Carles Lubis

"Kenapa kami menduga pelaku ini simpatisan 02, karena di dalam video itu ada atribut 02 dan juga menggunakan simbol tangan 02. Apa yang telah dilakukan pelaku merupakan pelecehan terhadap negara karena Pak Jokowi itu Presiden RI yang sah saat ini," ucap Direktur Advokasi dan Hukum TKN, Ade Irfan Pulungan di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (16/4/2019).

Selain itu, Ade Irfan Pulungan menyebut bahwa pria itu melakukan aksi tersebut dengan sengaja. Sebab, pada proses penurunan foto Joko Widodo diiringi dengan lagu Indonesia Raya.

Lagu kebangsaan itu juga dinilai merupakan hal yang sakral, sehingga tidak dibolehkan dipermainkan bahkan digunakan sebagai irama pada saat menurunkan foto Joko Widodo. 

"Jadi kami minta polisi untuk menindaklanjuti hal ini. Masalah ini harus segera disikapi, karena itu adalah simbol negara. Tidak boleh digunakan oleh pelaku seenaknya," tegasnya.

Baca juga: Jokowi Akan Mencoblos di Gambir, Ma'ruf Amin di Koja

Dalam laporan itu, Ade Irfan Pulungan menegaskan pihaknya telah menyiapkan sejumlah barang bukti untuk memudahkan penyidik Bareskrim Polri menangkap pria itu.

Barang bukti yang telah disiapkan yakni rekaman video dan beberapa screenshoot media sosial yang memuat video tersebut.

"Ini jelas melanggar Pasal 45 Juncto Pasal 27 ayat 3 UU ITE yang ancaman maksimalnya 6 tahun atau denda paling banyak Rp1 miliar dan melanggar Pasal 207 KUHP dengan ancaman maksimal 1 tahun lebih," pungkasnya.


Share :
Komentar :

Terkait

Read More