Pantau Flash
Ahsan/Hendra Raih Gelar Juara Dunia 2019
Hasil MotoGP Inggris 2019: Alex Rins Terdepan, Marquez Kedua
Soal Pemindahan Ibu Kota, Kemendagri Sebut Belum Tentukan Letak Pastinya
Putin Perintahkan Kemhan Rusia Balas Uji Coba Peluru Kendali AS
Catat! Ini Janji Menko Luhut Soal Solusi Masalah Sawit Indonesia

TKN Sebut Aksi 22 Mei Tak Bermanfaat, Malah Bisa Emosi dan Batal Puasa

TKN Sebut Aksi 22 Mei Tak Bermanfaat, Malah Bisa Emosi dan Batal Puasa Wakil ketua TKN Abdul Kadir Karding (Foto: Pantau.com/ Bagaskara Isdiansyah)

Pantau.com - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin menyarankan agar rencana aksi 22 Mei 2019 dibatalkan. Pasalnya, TKN menilai hal itu tidak bermanfaat bagi peserta aksi. 

"Gerakan Kedaulatan Rakyat pada 22 Mei mendatang lebih baik diurungkan niatannya karena lebih banyak keburukannya daripada kebaikannya buat peserta aksi yang hadir," kata Wakil Ketua TKN Jokowi-Maruf Abdul Kadir Karding dalam keterangannya kepada wartawan.

Baca juga: Polisi Temukan 4 Bom Molotov di Kendaraan Massa Peserta Aksi 22 Mei

Karding menuturkan, masyarakat sebaiknya menunggu pengumuman KPU melalui televisi. Terkait dugaan kecurangan pemilu, menurut Karding hal tersebut seharusnya dilaporkan sesuai prosedur yang sudah ditetapkan.

"Sudah ada kanal-kanal untuk melaporkan adanya dugaan kecurangan hingga ketidakpuasaan penyelenggaraan pemilu. Pakai saja semua saluran yang ada sesuai konstitusi. Laporkan, disertai bukti-bukti yang kuat. Jangan malah mau bertindak main menang sendiri," ucapnya.

"Demo dengan berteriak-teriak sambil mengeluarkan kalimat yang tak dianjurkan saat berpuasa, malah justru bisa mengurangi pahala puasa. Apalagi kalau sampai nanti ada provokator sehingga emosi demonstran malah terpancing. Yang ada, malah batal puasa," tambahnya.

Baca juga: Kuasa Hukum Eggi: People Power Dianggap Pidana Itu Tindakan Barbar!

Selain itu, Karding juga mengingatkan agar masyarakat tidak menganggap sepele isu teror bom yang disampaikan polisi. Banyaknya teroris yang ditangkap Densus 88 ditambah dengan ditemukannya belasan bom siap ledak, jadi bukti kalau peringatan dari kepolisian sekadar isu. 

"Selama ini, sebelum tanggal 22 Mei, tak ada larangan buat melakukan aksi di mana pun. Harusnya publik bisa melihat lebih jernih dan penuh akal sehat kalau indikasi ada pihak yang ingin negeri ini chaos sehingga menimbulkan konflik, sudah terendus pemerintah," pungkasnya.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Adryan Novandia
Reporter
Lilis Varwati
Category
Nasional

Berita Terkait: