Forgot Password Register

Tolak Usulan Pilkada Dipilih DPRD, KPU: Ini Kemunduran Indonesia

Tolak Usulan Pilkada Dipilih DPRD, KPU: Ini Kemunduran Indonesia Komisi Pemilihan Umum (KPU) (Foto: Pantau.com / Fery Heryadi)

Pantau.com - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman menilai penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (Pilkada) secara langsung perlu diperkuat dari tahun ke tahun, bukan justru dikembalikan ke DPRD.

"Saya pikir tidak akan mengarah ke pemilihan melalui DPRD sepertinya, tapi justru proses penyelenggaraannya yang diperkuat," ujar Arief Budiman di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, semangat untuk meneruskan penyelenggaraan pilkada langsung dapat dilihat dari diperkuatnya lembaga penyelenggara, tidak hanya KPU dan Bawaslu, tetapi ditambah lagi dengan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

Selain itu, Arief menilai terdapat semangat untuk membuat pilkada semakin murah untuk peserta, terbukti dengan sebagian dari metode kampanye dari peserta pilkada dibiayai oleh negara melalui KPU.

"Melihat tren ini, semua itu cenderung memperkuat proses penyelenggaraan melalui pemilihan langsung, jadi tidak malah akan dikembalikan ke DPRD," ucap Arief.

Baca juga: Pengamat Hukum: Pilkada Dipilih DPRD Sarat Kepentingan Politik

Untuk menghindari tudingan mendukung salah satu pihak, KPU telah menyampaikan data, fakta, dan pengalaman penyelenggaraan pilkada.

Selanjutnya pihaknya menyerahkan kepada pembuat undang-undang yang menentukan, tetapi Arief menegaskan sesungguhnya proses penyelenggaraan yang semakin baik menunjukkan proses yang sudah berjalan disepakati oleh semua pihak.

Sebelumnya, Wakil Ketua MPR Evert Ernest Mangindaan menilai wacana mengembalikan pilkada kepada DPRD memerlukan kajian mendalam karena pemilihan secara langsung maupun melalui DPRD memiliki kelebihan masing-masing.

"Kalau dipilih DPRD, Indonesia dibilang mundur. Untuk apa ada reformasi, tetapi kalau langsung banyak kepala daerah yang kena operasi tangkap tangan," ucap Mangindaan.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More