Pantau Flash
Prabowo: Rencana Pemindahan Ibu Kota Sudah Digodok Gerindra Sejak 2014
Anies Pastikan Pemprov DKI Lepas Saham di Perusahaan Bir Tahun Depan
Pemindahan Ibu Kota, Sri Mulyani: Kami Tidak Masukkan ke RAPBN 2020
Dua Kali Tertinggal, Madura United Tahan Imbang Persija 2-2
Zakir Naik Dipanggil Polisi Malaysia Terkait Berita Hoax dan China

Topan Lekima Terjang China, 44 Orang Tewas dan 16 Masih Hilang

Topan Lekima Terjang China, 44 Orang Tewas dan 16 Masih Hilang Petugas layanan darurat membantu warga yang terisolasi di sebuah bangunan akibat banjir usai topan Lekima yang menerjang China sejak 11 Agustus 2019. (Foto: Reuters)

Pantau.com - China dilanda topan Lekima di bagian timur yang menyebabkan 44 orang tewas. Badai yang semakin mengganas juga menyebabkan kerugian ekonomi mencapai miliaran dan mengganggu perjalanan di negara itu, menurut data resmi pada Senin (12/8/2019).

Dalam data resmi dari Biro Darurat Provinsi juga tercatat 12 orang tewas akibat badai, termasuk tujuh orang dari Provinsi Zhehjiang dan lima orang dari Provinsi Shandong, serta 16 orang dilaporkan masih hilang. Siaran CCTV melaporkan pada Minggu, 11 Agustus, korban tewas mencapai 32 orang.

Melansir Reuters, Senin (12/8/2019), badai Lekima melanda daratan China pada Sabtu, 10 Agustus, dengan kecepatan angin mencapai 187 kmh (116 mph). Pusat badai dilaporkan berada di utara Shandong, China.

Baca juga: Kecam Ambisi Geopolitik AS, China Bakal Bentuk Militer Kelas Dunia

Korban tewas sebagian besar disebutkan akibat bendungan yang jebol di wilayah Zhejiang usai wilayah itu dilanda banjir dengan curah hujan yang sangat tinggi dalam kurun waktu tiga jam.

Biro manajemen darurat Shandong mengatakan, lebih dari 180.000 orang di evakuasi dari provinsi itu, di mana sebelumnya pemerintah telah mengevakuasi sekitar 1 juta orang di Provinsi Zhejiang dan Jiangsu serta pusat keuangan Shanghai.

Laporan terbaru dari Shandong menyebutkan perkiraan kerugian akibat badai tersebut mencapai 18 miliar yuan, termasuk kerusakaan 364.000 hektar sawah dan lebih dari 36.000 rumah. Shandong sendiri memperkirakan total dampak ekonomi di sektor pertanian mencapai 939.000.000 yuan.

Baca juga: China Siap Keluarkan Pengumunan Krisis Terburuk di Hong Kong Sejak 1997

Sementara itu, pusat wisata populer di Timur Shandong telah mengeluarkan peringatan merah pada Minggu, dan menutup semua situs wisatawan dan menangguhkan 127 perjalanan kereta api, serta semua layanan bus jarak jauh, menurut media resmi negara.

Badai Lekima merupakan topan kesembilan yang melanda China pada tahun 2019. Siaran China mengatakan lebih dari 3.200 penerbangan telah dibatalkan tetapi beberapa suspensi pada jalur kereta api berkecepatan tinggi telah dicabut.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Kontributor - NPW
Category
Internasional

Berita Terkait: