Pantau Flash
KPK Kembali Agendakan Pemeriksaan Soekarwo Pekan Depan
Kantongi USD102 Miliar, Huawei Duduki Posisi 1 dari 500 Perusahaan China
Produsen Korsel Sudah Incar Lokasi Untuk Pabrik Mobil Listrik di Karawang
The Daddies Melenggang ke Perempatfinal Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019
Ketua DPRD DKI: 31 Agustus Batas Terakhir Pemprov Urusi Pencari Suaka

Transaksi e-Commerce di Indonesia Bisa Rp2.305 Triliun, Nyaris Setara APBN 2019

Transaksi e-Commerce di Indonesia Bisa Rp2.305 Triliun, Nyaris Setara APBN 2019 Ilustrasi (Pixabay)

Pantau.com - Laporan Perdagangan Digital Hinrich Foundation mencatat perdagangan digital di Indonesia bisa menciptakan peluang ekonomi senilai Rp2.305 triliun pada tahun 2030 atau mencapai 9 persen target GDP Indonesia tahun 2030.

Mitra AlphaBeta, Genevieve Lim mengungkapkan, perdagangan digital bisa memberikan dampak positif yang sangat signifikan bagi perekonomian domestik Indonesia, dengan beberapa penerima manfaat terbesar berasal dari luar sektor digital.

"Jika perdagangan digital sepenuhnya dimanfaatkan, diperkirakan bahwa nilai sektor domestik Indonesia dapat tumbuh lebih dari 18 kali lipat hingga mencapai Rp2.305 triliun (USD172 miliar) pada tahun 2030," ujarnya dalam diskusi The Digital Komodo Dragon di Graha Niaga Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (12/2/2019).

Baca juga: Segera! Mobil Bisa 'Gilas' Tol Layang Jakarta-Cikampek

Saat ini kata dia, nilai ekonomi dari manfaat yang dimungkinkan oleh perdagangan digital bagi perekonomian Indonesia diperkirakan bernilai Rp125 triliun rupiah (USD9 miliar), atau setara dengan 0,9 persen dari PDB.

"Paling rendah jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga seperti Malaysia yang angka yang setara adalah 2 persen," imbuhnya.

Baca juga: Konsumen Digital Banking Lebih Laris Jadi Ancaman untuk Bank Lawas?

Genevieve menambahkan, untuk mencapai pengembalian maksimum ke perdagangan digital di masa depan, sangat penting untuk mempertimbangkan mengurangi hambatan perdagangan digital saat ini.

"Pembuat kebijakan di Indonesia dan di seluruh Asia Pasifik bergegas untuk mengembangkan peraturan untuk ekonomi digital," tandasnya.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni
Reporter
Ratih Prastika
Category
Ekonomi

Berita Terkait: