Forgot Password Register

Headlines

Trauma Berat, Korban Selamat KM Sinar Bangun Sering Melamun

Keluarga penumpang menangis saat menyaksikan proses pencarian penumpang KM Sinar Bangun yang tenggelam di Danau Toba, Simalungun, Sumatra Utara (Foto: Antara / Irsan Mulyadi Keluarga penumpang menangis saat menyaksikan proses pencarian penumpang KM Sinar Bangun yang tenggelam di Danau Toba, Simalungun, Sumatra Utara (Foto: Antara / Irsan Mulyadi

Pantau.com - Dua orang korban penumpang yang selamat dari tragedi tenggelammnya KM Sinar Bangun di perairan Danau Toba, Sumatera Utara, masih mengalami trauma dan membutuhkan bimbingan konseling traumatis akibat tragedi tersebut.

"Mereka berdua sangat membutuhkan konseling traumatis agar kejiwaannya bisa kembali pulih pasca tragedi tersebut," kata Camat Kampung Rakyat, Ismail Sawito Harahap di Kotapinang, Sabtu (23/6/2018).

Dua orang bersahabat itu bernama Tony Susanto dan Riko Syahputra yang saat ini sedang dirawat keluarganya untuk memulihkan kejiwaannya di Desa Sukajadi Kecamatan Kampung Rakyat, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Sumatera Utara.

Sementara, empat orang rekan mereka masing-masing dari Kecamatan Kampung Rakyat, yakni Ayu Syafitri dari Desa Teluk Panji, Sri Hendriyani dari Desa Sukajadi, Nisa Hastari dari Desa Air Merah dan Nurwanto alias Beben dari Kecamatan Bilah Hulu, Kabupaten Labuhanbatu sampai saat ini masih dalam pengawasan Tim Basarnas di perairan Danau Toba.

Ia mengatakan, pihaknya berupaya membantu pemulihan baik secara psikis maupun moril korban selamat melalui koordinasi dengan pihak BPBD.

Baca juga: Penumpang Selamat KM Sinar Bangun Masih Trauma

Dengan demikian tindakan ini merupakan kepedulian dan pemerintah selalu hadir dalam merespon aspirasi masyarakat di daerah.

"Kami akan berkoordinasi dengan pihak BPBD untuk mengupayakan bimbingan konseling bagi korban yang selamat, dan bagi keluarga korban yang belum ditemukan semoga diberi ketabahan," ujar Ismail.

Sementara dari informasi Sudarmi, ibu kandung Tony Susanto, anaknya sudah hampir dua hari ini mengalami perubahan tidak mau makan dan melakukan aktivitas seperti biasanya.

Anak ke-tiga dari empat bersaudara tersebut sering melamun dan terlihat murung saat berada di dalam rumah.

Pihak keluarga tidak tahu harus berbuat apa pasca musibah kapal motor naas yang menimpa sedikitnya lima orang warga Labuhan batu Selatan itu.

"Akhir-akhir ini anak saya sering termenung dan tidak mau makan. Terakhir dia makan mie Aceh di Rantauprapat dua hari yang lalu usai kami jemput dari Kabupaten Simalungun," katanya.

Sudarmi berharap, korban mendapat perawatan intensif untuk memulihkan kondisinya. Meskipun sahabatnya Riko Syahputra dalam keadaan jauh lebih baik kondisi kejiwaannya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More