Pantau Flash
Anies Baswedan hingga James Riady Masuk Jadi Anggota Satgas Omnibus Law
Jokowi Ingin Turunkan Angka Stunting di Indonesia Jadi 14 Persen
BPS: Neraca Perdagangan November 2019 Defisit 1,33 Miliar Dolar AS
Presiden Jokowi Teken PP Penyediaan Tenaga Teknis di Perdagangan Jasa
Rupiah Melemah Jelang Perilisan Data Neraca Perdagangan

Trump Bantah Laporan Pengiriman 120 Ribu Militer AS ke Timteng

Trump Bantah Laporan Pengiriman 120 Ribu Militer AS ke Timteng Pasukan tentara Amerika Serikat. (Foto: Reuters)

Pantau.com - Presiden Donald Trump membantah sebuah laporan yang diterbitkan New York Times bahwa para pejabat AS tengah mendiskusikan rencana militer untuk mengirim sekitar 120 ribu pasukan ke Timur Tengah guna melawan serangan senjata nuklir oleh Iran.

"Saya pikir itu berita palsu, ok? sekarang, apakah saya akan melakukan itu? sama sekali. Tapi kita belum rencanakan untuk itu," kata Presiden Amerika Serikat itu, seperti dikutip Reuters, Rabu (15/5/2019).

Baca juga: Menhan AS Siapkan 120 Ribu Tentara ke Timur Tengah untuk Habisi Iran

"Semoga kita tidak perlu merencanakan itu. Dan jika kita melakukan itu, kita akan mengirim lebih banyak pasukan dari itu," tambah Trump kepada Gedung Putih, Selasa, 14 mei 2019.

Sebelumnya, The Times melaporkan bahwa Menteri Pertahanan Patrick Shanahan telah merencanakan mengirim sebanyak 120 ribu pasukan Amerika Serikat ke wilayah Iran jika Teheran mempercepat pengerjaan senjata nuklir.

Rencana diperbarui atas perintah dari kalangan garis keras pimpinan Penasihat Keamanan Nasional John Bolton, lapor surat kabar tersebut yang mengutip sumber-sumber tanpa nama. Rencana itu tidak berisi desakan agar AS melakukan serbuan darat ke Iran.

Baca juga: Pesan Trump untuk Iran: Jangan Main-main dengan Kepentingan AS

Namun, rencana tersebut tidak menyerukan invasi tanah Iran, yang akan memerlukan jauh lebih banyak pasukan, demikian laporan Times, menguntip pejabat administrasi.

Dalam beberapa pekan belakangan ini, Washington telah meningkatkan tekanan terhadap Teheran melalui penerapan sejumlah sanksi, pernyataan keras serta ancaman pengerahan militer.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Noor Pratiwi
Category
Internasional

Berita Terkait: