Pantau Flash
Kevin/Marcus Tantang Hendra/Ahsan di Final Indonesia Open 2019
Hendra/Ahsan Melangkah ke Final Indonesia Open 2019
Polisi Kembangkan Kasus Sabu Nunung hingga Luar Kota
Kongres Luar Biasa PSSI Digelar di Ancol 27 Juli 2019
Duterte Sebut HAM PBB Bodoh

Trump Serukan Darurat Nasional IT Atas Ancaman Telekomunikasi Asing

Trump Serukan Darurat Nasional IT Atas Ancaman Telekomunikasi Asing Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Foto: Reuters)

Pantau.com - Presiden Donald Trump telah menyatakan darurat nasional untuk melindungi jaringan komputer Amerika Serikat dari serangan asing.

Trump menandatangani perintah eksekutif yang melarang perusahaan Amerika Serikat memakai telekomunikasi asing yang diyakini menimbulkan risiko keamanan bagi negara. Tidak ada nama perushaan yang disebutkan, namun para analis meyakini perusahaan itu menargetkan Huawei, seperti dilansir BBC, Kamis (16/5/2019).

"Perintah Presiden Trump bertujuan untuk melindungi AS dari lawan asing yang secara aktif dan semakin menciptakan serta mengeksploitasi kerentanan dalam teknologi informasi, komunikasi infrastruktur, dan layanan," demikian pernyataan Gedung Putih, Rabu, 15 Mei 2019.

Baca juga: Bisa Buat Trump Berang, Huawei Sudah Tentukan Pabrik di Cambridge

"Hal itu juga memberikan Menteri Perdagangan kekuatan untuk melarang transaksi dengan risiko yang dapat mengganggu keamanan nasional," tambahnya.

Di sisi lain, Departemen Perdagangan AS telah memasukan Huawei dalam 'daftar entitas', yakni sebuah langkah yang melarang perusahaan memperoleh teknologi dari perusahaan AS tanpa persetujuan pemerintah.

Raksasa teknologi China itu disebutkan membatasi bisnis di Amerika Serikat yang hanya akan menyakiti konsumen Amerika dan perusahaannya.

Beberapa negara, yang dipimpin oleh AS, telah menyatakan keprihatinan bahwa produk Huawei digunakan oleh China untuk kegiatan pengawasan. AS berupaya untuk membujuk para sekutu untuk tidak mengizinkan China berperan dalam membangun jaringan seluler 5G.

Penyataan Trump itu disebutkan menyusul dengan meningkatnya ketegangan hubungan antara AS dan China, yang telah panas dengan kenaikan tarif dalam perang dagang keduanya.

Baca juga: Eksekutif Perusahaan Tegaskan Huawei Tak Dikendalikan Pemerintah China

Sementara itu, perushaan Huawei menyatakan bahwa perusahaannya tidak menimbulkan ancaman apapun dan merupakan perusahaan independen dari pemerintah China.

"Membatasi Huawei untuk melakukan bisnis di AS tidak akan membuat Washington lebih aman atau lebih kuat," demikian pernyataan perusahaan itu pada Kamis (16/5/2019).

"Sebagai dampak dari langkah itu, AS akan tertinggal dalam pengembangan jaringan 5G dan akhirnya akan merugikan kepentingan perusahaan dan konsumen AS," tambahnya.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Nani Suherni
Penulis
Noor Pratiwi
Category
Internasional

Berita Terkait: