Forgot Password Register

Tuhkan ....Ada Korban Bunga Pinjam Online, OJK: Kita Tuntut Transparansi

Tuhkan ....Ada Korban Bunga Pinjam Online, OJK: Kita Tuntut Transparansi Kepala Departemen Group Inovasi Digital dan Keuangan Mikro, Triyono (Foto: Pantau.com/Ratih Prastika)

Pantau.com - Perkembangan teknologi finansial Peer to Peer Lending  (P2P Lending) atau utang online tak semulus yang diharapkan. Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) merilis adanya korban yang terkena denda Rp50.000 perhari akibat terlambat bayar. 

Terkait hal tersebut, Kepala Departemen Group Inovasi Digital dan Keuangan Mikro, Triyono mengatakan hal tersebut mestinya sudah ada kesepakatan sejak awal. 

"Itu dulu agreemen- nya gimana kan ada, yang jelas dengan ada pihak inovasi digital ini kita menuntut adanya transparansi sehingga customer akan sangat tahu akan terima termasuk denda atau apapun," ujarnya saat ditemui dalam diskusi yang digelar di Wisma Mulia 2, Jakarta, Rabu (12/9/2018).

Selain itu menurutnya, harus ada edukasi dari penyedia jasa Fintech agar konsumen benar-benar mengerti resiko dan keuntungan yang diberikan. 

Baca juga: Dekat dengan Kehidupan Kita, Apakah Produk Amerika Ini akan Naik Harga?

"Harus ada, kedua kewajiban edukasi jadi fintech semua jenis harus ada edukasi pada nasabahnya jangan menjual pada yang belum tahu. Sadar sesadar-sadarnya, mengerti semengerti-mengertinya, Ini yang diatur POJK 77 dan POJK 13 , Harusnya jelas antara lender dan borrower kesepakatannya," ungkapnya.

Lebih lanjut menurutnya, konsumen juga seharusnya dapat lebih cermat memilih Fintech khususnya P2P Lending yang sudah terdaftar di OJK.

"Satu lagi, disebutkan di POJK 13 lembaga keuangan yang diberikan izin oleh OJK hanya boleh berhubungan dengan Fintech yang sudah terdaftar di OJK atau otoritas lain. Mudahan-mudahan setelah ini pasar Fintech lebih teratur," pungkasnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More