Pantau Flash
Kalahkan Chelsea di Stamford Bridge, Liverpool Kokoh di Puncak Klasmen
Hasil Balap F1 GP Singapura: Vettel Juara, Hamilton Tak Dapat Podium
Marc Marquez Juara GP Aragon, Gelar Keenam Semakin Dekat
Kalahkan Hendra/Ahsan, Kevin/Marcus Juara China Open 2019
Kalah dari Momota, Ginting Gagal Pertahankan Gelar China Open

Untuk Keenam Kalinya, AS-Taliban Terlibat Perundingan Penting

Untuk Keenam Kalinya, AS-Taliban Terlibat Perundingan Penting Ilustrasi setelah serangan di Afghanistan. (Foto: Reuters/Ahmad Nadeem)

Pantau.com - Para pejabat Amerika Serikat dan Taliban bertemu di Qatar untuk melakukan pembicaraan untuk keenam dalam upaya mengakhiri perang yang telah berlangsung selama 17 tahun di Afghanistan.

Pembicaraan dilangsungkan pada saat Pemerintah Afghanistan menggelar suatu pertemuan di Kabul dalam rangka memastikan kepentingannya dipenuhi dalam perjanjian perdamaian apa pun.

Perwakilan Pemerintah Afghanistan tidak diperbolehkan menghadiri perundingan antara AS dan Taliban di Ibu Kota Qatar, Doha itu, kata Zabihullah Mujahid, juru bicara Taliban.

Baca juga: Utusan PBB di Afghanistan Temui Wakil Perundingan Taliban di Qatar

Pembicaraan AS-Taliban merupakan bagian dari upaya Presiden Donald Trump untuk mengakhiri perang terlama AS itu, yang dimulai ketika pasukan dukungan AS mendepak Taliban beberapa minggu setelah serangan 11 September 2001 terjadi di Amerika Serikat.

Sejak Oktober 2018, para pejabat AS dan Taliban telah melakukan beberapa putaran perundingan, yang ditujukan untuk memastikan bahwa penarikan pasukan AS dari Afghanistan berlangsung secara aman. Sebagai imbalan bagi langkah AS keluar dari Afghanistan, Taliban harus menjaminan bahwa Afghanistan tidak akan digunakan oleh para milisi untuk mengancam seluruh dunia.

Pada putaran kali ini di Doha, utusan khusus AS bagi perdamaian di Afghanistan Zalmay Khalilzad beserta delegasinya diperkirakan akan memusatkan topik pembicaraan pada pernyataan gencatan senjata sebagai langkah pertama untuk mengakhiri perang, kata seorang diplomat negara Barat di Kabul.

Baca juga: Rusia-AS-China Tekan Taliban Terlibat Dialog Perdamaian Afghanistan

Pekan ini, Presiden Afghanistan Ashraf Ghani menyelenggarakan pertemuan besar, yang jarang terjadi dan disebut dengan Loya Jirga, untuk menentukan syarat-syarat yang diajukan Kabul pada pembicaraan perdamaian dengan Taliban.

Taliban sejauh ini menolak melakukan pembicaraan dengan Kabul. Kelompok gerilyawan itu menyebut Pemerintah Afghanistan sebagai boneka Negeri Paman Sam. AS menempatkan sekitar 14.000 personel pasukan di Afghanistan sebagai bagian dari misi pimpinan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

Misi tersebut dikenal dengan Resolute Support, yang tujuannya adalah untuk memberikan pelatihan dan pendampingan bagi pasukan keamanan pemerintah dalam memerangi para petempur Taliban dan kelompok-kelompok garis keras, seperti ISIS dan Alqaida.

Share this Post:
Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta
Category
Internasional

Berita Terkait: