Forgot Password Register

Untuk Pemerintah, Ini Pesan 'Urgent' dari Pedagang Pasar

Pedagang di pasar tradisional (Foto:Pantau.com/Fery Heryadi) Pedagang di pasar tradisional (Foto:Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com - Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) memberikan empat rekomendasi kepada pemerintah dan juga pelaku usaha khususnya pedagang pasar tradisional dalam memasuki bulan suci ramadan menjelang perayaan Idul Fitri 1439 Hijriyah.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat IKAPPI Abdullah Mansuri mengatakan bahwa dari empat rekomendasi yang diberikan kepada pemerintah tersebut, salah satu yang menjadi catatan penting IKAPPI adalah pemerintah perlu mengendalikan harga khususnya bagi kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan harga.

"Pemerintah perlu melakukan pengendalian harga. IKAPPI melihat permasalahan ini masih sangat mungkin untuk diantisipasi agar tidak melonjak lebih tinggi," kata Abdullah, saat Senin (21/5/2018).

Baca juga: Jika Terbukti Membelot Anggaran, Mentan Siap Dibui

Abdullah menambahkan, IKAPPI mendorong agar koordinasi lintas lembaga dan kementerian bisa terlaksana secara baik dan efektif, guna memberikan peran aktif dalam upaya pengendalian harga selama bulan ramadan.

Selain itu, rekomendasi lainnya adalah peningkatan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran pasar. Pihak pengelola dan instansi terkait harus segera melakukan pemeriksaan terhadap instalasi listrik maupun ketersediaan Hydrant dan APAR.

Baca juga: Murah Mana Belanja di Tanah Abang Atau Thamrin City?

Kemudian, IKAPPI menyatakan, jangan ada upaya relokasi paksa atau penggusuran pasar tradisional, terlebih bila langkah relokasi paksa tersebut dilakukan menjelang maupun selama bulan suci Ramadhan. Pemerintah Daerah yang melakukan langkah tersebut dinilai tidak berpihak kepada pedagang pasar.

Rekomendasi terakhir adalah para pedagang pasar harus memperkuat kekompakan/ soliditas antarpedagang, terutama pasar-pasar yang kini menghadapi rencana relokasi paksa atau yang baru saja ditimpa musibah kebakaran pasar.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More