Forgot Password Register

Usai Menghadap DPR, Sri Mulyani Dapat Pesan Khusus

Usai Menghadap DPR, Sri Mulyani Dapat Pesan Khusus Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto:Antara/Sigid Kurniawan)

Pantau.com - Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Ekonomi dan Keuangan, Taufik Kurniawan meminta pemerintah harus lebih hati-hati atau prudent dalam pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta penggunaannya untuk hal-hal yang bersifat produktif.

"Upaya produktif itu diharapkan dapat meningkatkan lapangan pekerjaan, serta mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran. Upaya itu pun harus diimbangi dengan keberpihakan kebijakan pemerintah," kata Taufik di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (3/7/2018).

Baca juga: Pantau Foto: Melihat Kerennya PLTB Sidrap yang Instagramable

Hal itu dikatakannya usai Rapat Paripurna DPR dengan agenda mendengarkan Pokok-pokok Keterangan Pemerintah mengenai Rancangan Undang-Undang (RUU) Pertanggungjawaban atas Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2017 yang disampaikan oleh Menteri Keuangan RI Sri Mulyani.

Taufik mengatakan pengelolaan APBN selama tahun anggaran 2017, selain menjadi acuan dalam penyusunan RAPBN 2018, juga menjadi acuan pemerintah dalam menjalankan APBN di tahun ini.

Karena itu menurutnya, berbagai program yang dijalankan pada tahun lalu, produktivitasnya dan pengelolaan secara prudent dapat ditingkatkan pada tahun 2018.

Baca juga: Selektif Impor, Sri Mulyani: Termasuk Proyek Pemerintah

Situasi global yang kurang bersahabat pada tahun lalu menjadi tantangan hingga saat ini, seperti dampak kebijakan moneter Amerika Serikat (AS) yang tidak menentu, perang dagang AS-China, bahkan situasi semenanjung Timur Tengah, dapat menjadi evaluasi pemerintah dalam menjalankan APBN pada tahun ini dan tahun depan.

"Diharapkan berbagai kebijakan dapat dikeluarkan oleh pemerintah untuk memperkuat fundamental ekonomi Tanah Air," ujarnya.

Taufik menilai situasi global yang kurang bersahabat cukup mempengaruhi kondisi ekonomi dalam negeri, menyebabkan nilai tukar rupiah menjadi tidak stabil, bahkan cenderung melemah melawan dolar Amerika hingga pertumbuhan ekonomi dalam negeri juga terkena dampaknya.

Dia menilai situasi global tidak bisa terus-terusan menjadi "kambing hitam" dari terpuruknya ekonomi Indonesia sehingga Pemerintah harus mengeluarkan kebijakan yang dapat memperkuat fundamental ekonomi dan berpihak pada produktivitas.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More