Forgot Password Register

Usai Raih Emas, Ini Curhatan Jendi Mengenai Lawannya

Usai Raih Emas, Ini Curhatan Jendi Mengenai Lawannya Jendi Pangabean. (Foto: Pantau.com/ Wila Wildayanti)

Pantau.com - Atlet para renang Inonesia, Jendi Pangabean, mengaku melaui pertandingan yang begitu berat di nomor renang 100 meter. Namun, ia berhasil sumbang medali emas di Stadion Akuatik, Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, Kamis 11 Oktober 2018.

Ya, Jendi turun di enam nomor pada ajang Asian Para Games 2018. Sebelumnya ia berhasil meraih medali perunggu dari nomor 100 meter gaya bebas putra S9, dan tepat pada Kamis 11 Oktober 2018, ia berhasil menang di dua nomor.

Baca Juga: Medali Emas Jendi untuk Korban Gempa Sulawesi Tengah

Pertama ia berhasil meraih emas setelah mengalahkan lawan terberatnya dengan catatan waktu terbaiknya 1 menit 07.45 detik. Sedangkan pertandingan kedua ia turun di nomor 4x100 meter estafet putra dan tim putra merengkuh medali perunggu dengan catatan waktu 4 menit 49.37 detik.

Pada estafet putra, ia mengakui keunggulan dari tim China yang berhasil menorehkan waktu 4 menit 34.55 detik. Untuk medali perak sendiri diamankan oleh tim Jepang yang berhasil dengan catatan waktu 4 menit 38.87 detik. Sedangkan atlet Indonesia yang turun yaitu Tangkilisan Sualang, Steven, Jendi Pangabean, Guntur, dan Suriansyah mendapatkan perunggu.

Saat ditanya mengenai pertandingan yang lebih banyak didominasi oleh para atlet dari China dan Jepang, Jendi mengakui bahwa sebenarnya skema pertandingan cukup berat, karena hingga hari ke lima, cabang olahraga renang baru menyumbang satu medali emas,

"Sebetulnya ini cukup berat karena renang sendiri baru dapat satu emas sebelum akhirnya saya bisa menambahinya. Dari pelatih sendiri cuma kasih target emas di 100M gaya punggung," ujar Jendi Pangabean di Stadion Akuatik, Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, Kamis 11 Oktober 2018.

Baca Juga: Miliki Keterbatasan, Tak Hentikan Langkah Jendi Berprestasi

"Yang saya pikirkan cuma satu bahwa saya ingin juara. Karena ini tanding di depan publik sendiri, dari pelatih juga targetkan medali emas," tambahnya.

Saat upacara pengalungan medali sendiri langsung dilakukan oleh Menteri Pemuda dan Olahraa, Imam Nahrawi. Dalam kesempatan itu dirinya begitu bangga bisa meraih emas di hadapan masyarakat Indonesia.

"Dukungan masyarakat Indonesia sangat luar biasa, mungkin rasanya ingin cepat-cepat mennyudahi pertandingan, tapi bersyukur target tetap tercapai, meraih medali emas. Saya harus beristirahat dan mudah-mudahan besok bisa memberikan yang terbaik lagi untuk Indonesia," pungkasnya.


Share :
Komentar :

Terkait

Read More