Forgot Password Register

Usut Suap Panitera PN Jakpus, KPK Geledah Rumah Sekretaris Eks Bos Lippo Group

Usut Suap Panitera PN Jakpus, KPK Geledah Rumah Sekretaris Eks Bos Lippo Group Ilustrasi (Foto: Pantau.com/Amin H. Al Bakki)

Pantau.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di rumah sekretaris Eddy Sindoro, mantan bos Lippo Group. Tindakan penggeledahan itu dilakukan terkait perkara suap panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang menjerat Eddy.

"KPK melakukan penggeledahan di rumah sekretaris tersangka ESI atas nama Indriyanti alias Indri di Janur Asri 3, Kelapa Gading. Penggeledahan dilakukan sejak pagi hingga siang," kata juru bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (15/11/2018).

Dalam proses penggeledahan itu, KPK menyita sejumlah barang bukti berupa alat elektronik. "Tentu KPK akan mempelajari lebih lanjut barang bukti tersebut dalam penanganan perkara," tambahnya.

Baca juga: Ada Peran Mantan Ketua KPK di Balik Penyerahan Diri Eddy Sindoro

Sementara itu pada lanjutan penyidikan perkara Eddy Sindoro, hari ini penyidik KPK memeriksa Presiden Direktur PT. Paramount Enterprise Internasional Ervan Adi Nugroho sebagai saksi.

"Penyidik melakukan klarifikasi terkait dengan pemberian uang terhadap Panitera PN Jakpus Edy Nasution," jelas Febri.

Diketahui Eddy Sindoro terjerat kasus suap panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat sejak akhir 2016 lalu.

Kasus ini bermula saat KPK melakukan operasi tangkap tangan pada April 2016. Saat itu status tersangka disematkan kepada panitera PN Jakpus Edy Nasution dan pegawai PT Artha Pratama Anugerah Doddy Aryanto Supeno, orang kepercayaan Eddy Sindoro.

Nurhadi dan istrinya pernah diperiksa sebagai saksi untuk Edy dan Doddy pada 24 dan 30 Mei 2016 serta 3 Juni 2016. Sedangkan Tin Zuraida yang merupakan mantan kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Badan Litbang Diklat Hukum dan Peradilan MA sudah pernah diperiksa pada 1 Juni 2016.

Baca juga: KPK Periksa Kepala Kantor Imigrasi Bandara Soetta Terkait Kasus Eks Bos Lippo Grup

Dalam prosesnya, KPK kemudian melakukan pengembangan perkara dan menetapkan status tersangka kepada Eddy Sindoro pada 23 Desember 2016. KPK menduga Eddy telah menyuap Edy Nasution sebesar Rp 150 juta.

Suap diberikan agar Edy mau menunda proses peringatan eksekusi untuk PT Metropolitan Tirta Perdana (MTP) dan menerima pendaftaran pengajuan Peninjauan Kembali PT Across Asia Limited (AAL) meski batas pengajuan sebenarnya sudah lewat menurut undang-undang.

Diketahui PT MTP dan PT AAL merupakan anak perusahaan di bawah naungan Lippo Group.

Kemudian pada Agustus 2018, Nurhadi juga pernah menjadi saksi di persidangan Doddy Aryanto Supeno. Ketika itu, Nurhadi mengakui bahwa mantan petinggi Lippo Group, Eddy Sindoro, pernah meminta untuk membantu mengurus salah satu perkara pengajuan peninjauan kembali (PK). Namun Nurhadi tidak ingat perkara apa yang dimintakan oleh Eddy Sindoro.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More