Forgot Password Register

Headlines

Utut Adianto Mangkir dari Panggilan KPK Terkait Suap Pemkab Purbalingga

Juru bicara KPK Febri Diansyah (kiri) (Foto: Antara) Juru bicara KPK Febri Diansyah (kiri) (Foto: Antara)

Pantau.com - Penyidik KPK memanggil anggota DPR Utut Adianto untuk diperiksa sebagai saksi dalam perkara dugaan suap pengadaan Barang dan jasa di Pemkab Purbalingga, Jawa Tengah TA 2017/2018.

Namun juru bicara KPK Febri Diansyah mengonfirmasi bahwa Utut tidak memenuhi panggilan tersebut.

"Tadi disampaikan ke KPK bahwa yang bersangkutan tidak hadir karena bertepatan dengan jadwal kegiatan lain hari ini," kata Febri melalui pesan singkat, Rabu (12/9/2018).

Baca juga: KPK Kembali Panggil Pejabat PLN Terkait Kasus Suap PLTU Riau-1

Berdasarkan jadwal pemeriksaan di KPK, Anggota DPR dari fraksi PDIP itu seharusnya diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Tasdi, mantan Bupati Purbalingga.

Dalam kasus ini KPK telah menetapkan lima orang tersangka, salah satunya Tasdi. Empat tersangka lainnya yakni Kepala Bagian Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemerintah Kabupaten Purbalingga Hadi Iswanto dan tiga orang dari unsur swasta masing-masing Hamdani Kosen, Librata Nababan, dan Ardirawinata Nababan.

Tasdi merupakan politisi PDIP yang diduga sebagai pihak penerima suap. KPK menduga Tasdi menerima fee Rp100 juta dari pemenang proyek pembangunan Purbalingga Islamic Center tahap kedua 2018 senilai sekitar Rp22 miliar.

Diduga pemberian tersebut merupakan bagian dari commitment fee sebesar 2,5 persen dari total nilai proyek, yaitu sebesar Rp500 juta. Proyek pembangunan Purbalingga Islamic Center merupakan proyek multiyears yang dikerjakan selama 3 tahun, mulai 2017 hingga 2019, senilai total Rp77 miliar.

Baca juga: Eni Saragih Tegaskan Dirut PLN Tak Pernah Terima Fee Terkait Proyek PLTU Riau-1

Diketahui, Hamdani Kosen dan Librata Nababan merupakan kontraktor yang kerap mengerjakan proyek-proyek di lingkungan Pemkab Purbalingga.

Beberapa proyek yang dikerjakan, antara lain, pembangunan gedung DPRD pada tahun anggaran 2017 sebesar Rp9 miliar, pembangunan Purbalingga Islamic Center tahap kedua 2018 senilai Rp22 miliar.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More