Pantau Flash
BI Prediksi Turis Muslim Akan Capai 158 Juta Orang Tahun Depan
Utang Luar Negeri Indonesia Menjadi 395,6 Miliar Dolar AS
Tol Terpeka Digratiskan Selama Sebulan
Tol Terpeka Diklaim Jadi Jalur Produktif Pulau Sumatera-Jawa
Rupiah Menguat 20 Poin, Kini di Angka Rp14.058-14.120

Video Klarifikasi Perekam Video Kucing Dicekoki Miras yang Viral

Headline
Video Klarifikasi Perekam Video Kucing Dicekoki Miras yang Viral Kolase perekam dan kucing yang diduga dicekoki dengan miras. (Foto: YouTube)


Pantau.com - Beredar video seorang pria diduga mencekoki seekor kucing dengan miras hingga tewas di media sosial. Video tersebut pun menuai banyak kecaman dari netizen. Akhirnya seorang pria yang merekam video tersebut pun memberikan klarifikasi terkait aksinya, Kamis (17/10/2019).

Dalam videonya, Azzam yang ditemani dua orang pria lainnya ini mengatakan ia hanya mencoba menolong kucing anggora keracunan dengan cara memberi minum air kelapa.

Baca Juga: Video Viral Pemotor Tak Pakai Helm Teriak 'Allahuakbar! Jokowi Mati'

Awalnya, Azzam mengatakan ia melihat si kucing keracunan akibat memakan tikus yang sebelumnya telah memakan racun tikus. "Kucingnya ini, katanya Karmin, itu keracunan. Habis makan tikus, tikusnya itu ternyata habis keracunan makan jebakan dari tetangga."

"Jadi ada racunnya ada dalam kucing," jelasnya.

Melihat kondisi kucing ras tersebut, Azzam mengaku ia dan temannya kemudian berinisiatif membeli air kelapa. Air kelapa itu digunakan Azzam untuk menolong si kucing.

Lebih lanjut, Azzam menceritakan alasan mengapa ia menyebut air kelapa sebagai ciu di Instagram Storynya.

Baca Juga: Video Pelajar Crosshijaber di Ternate Ditangkap Polisi

Azzam mengungkapkan dirinya hanya ingin memberi caption (keterangan) yang berbeda dari kenyataan.

"Karena memang aku nulisnya ciu. Jadi aku melihat realitas itu pengin suatu caption yang sangat bertolak belakang dengan realitas," terang dia.

"Untuk mengetes, gimana respons netizen. Apakah dia langsung percaya dengan caption yang tidak masuk akal sebetulnya kalau dilogika," imbuhnya.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Yusuf Fadilah
Category
Visual