Pantau Flash
ESDM: Kontrak Blok Corridor Diteken Gunakan Skema Gross Split
Seorang Ekstremis Selandia Baru Rencanakan Pembunuhan PM Jacinda Ardern
Jumlah Pelamar CPNS 2019 Diprediksi 5,5 Juta
PBSI Targetkan Juara Umum SEA Games 2019
Imbauan MUI Jatim ke Pejabat Muslim Tak Ucapkan Salam Lintas Agama Disorot

Viral Crosshijaber di Sosmed, Kenali Penyebab dan Cara Menghadapinya

Viral Crosshijaber di Sosmed, Kenali Penyebab dan Cara Menghadapinya Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Baru-baru ini media sosial di Indonesia dihebohkan dengan adanya komunitas 'crosshijaber', yakni kumpulan para pria yang senang berpenampilan layaknya perempuan dengan mengenakan hijab bergaya syar'i lengkap dengan cadar.

Para crosshijaber tersebut bahkan memiliki komunitas di sejumlah media sosial seperti Facebook dan Instagram, bahkan mereka seolah ingin mengukuhkan keberadaannya dengan membuat tanda pagar crosshijaber meski kini banyak unggahan yang dihapus.

Baca juga: Awas! Duduk Terlalu Lama Dapat Lemahkan Tulang

Dari sejumlah tangkapan layar Instastory, terpampang wajah pria yang mengenakan pakaian gamis, hijab panjang dan ada yang memakai cadar.

Diungkapkan bahwa beberapa dari crosshijaber tersebut bahkan berani masuk ke tempat yang dilarang bagi pria seperti tempat wudu, area tempat salat wanita di masjid bahkan toilet.

Istilah crosshijaber diambil dari kata crossdressing yakni aksi mengenakan pakaian yang tidak sesuai dengan jenis kelamin bawaan dari lahir.

"Perilaku ini kalau dalam istilah medis dikenal dengan sebutan transvestisisme yakni perilaku yang sering kali dianggap sebagai suatu penyimpangan yang merupakan gangguan kejiwaan karena adanya keinginan dari seorang laki-laki atau perempuan yang mengenakan pakaian yang biasa dikenakan oleh jenis kelamin sebaliknya," kata psikolog klinis dari RSUD Wangaya, Denpasar, Bali Nena Mawar Sari dikutip dari Antara.

Biasanya, kata Nena, perilaku transvestisisme berawal dari riwayat seseorang merasa tidak nyaman dengan identitas seksual yang dia miliki akibat adanya trauma di masa lalu.

"Bisa jadi dia dulu mengalami pelecehan seksual sehingga dia merasa kalau memakai baju sebaliknya dia akan merasa nyaman," katanya.

Istilah crossdressing tak sama dengan kondisi transgender. Seseorang yang melakukan crossdressing disebut Nena bisa saja memiliki tujuan beragam mulai dari penyamaran untuk melakukan tindakan kriminal, hiburan atau ekspresi diri hingga mendapat kepuasan seksual.

"Transvestisisme orientasi seksualnya sama dengan jenis kelamin yang dia miliki. Kalau transgender orientasi seksual dia berbeda dari jenis kelaminnya dan biasanya benar-benar tak mau kembali ke jenis kelamin yang dulu sampai dia melakukan transformasi misalnya dengan terapi hormon atau operasi kelamin," katanya.

Baca juga: Terbukti! Rokok Jadi Salah Satu Penyebab Seseorang Sulit Tidur

Jika bertemu dengan orang dengan perilaku transvestisisme, Nena menyarankan agar tidak panik karena bisa saja orang yang mengenakan pakaian layaknya wanita atau pria tersebut memiliki niat jahat yang bisa membahayakan.

"Kita tidak pernah tahu orang itu niatnya apa, apakah gangguan jiwa murni atau kenapa. Kalau bertemu jangan panik. Tenang saja. Segera pergi dari lokasi itu pelan-pelan dan langsung lapor pada yang berwajib. Masalahnya kita tidak pernah tahu apa motif mereka kan. Bisa saja mereka punya niat kriminal, kalau kita panik teriak-teriak dia bisa kalap yang tadinya cuma mau ambil dompet bisa saja membacok atau apa. Atau orang itu adalah ekshibisionis, di mana kalau kita bereaksi dengan perilakunya dia justru akan terpuaskan," kata Nena.

Sementara jika transvestisisme masih di ranah yang tepat misalnya dalam dunia fashion di mana dikenal dengan jenis fashion androginus, maka hal tersebut masih bisa diterima, demikian Nena.

Salah satu selebriti internasional yang pernah kedapatan beberapa kali melakukan crossdressing adalah salah satu anggota dari grup vokal One Direction, Harry Styles. Dia pernah mengenakan jumpsuit wanita berwarna hitam yang dihiasi renda serta frills, pada ajang Met Gala 2019. Styles melengkapi penampilannya kala itu, dengan giwang mutiara pada telinga kanannya.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Gilang K. Candra Respaty
Penulis
Gilang K. Candra Respaty
Category
Ragam

Berita Terkait: