Pantau Flash
Kejaksaan Agung Menolak CPNS LGBT, MenpanRB: Itu Sah-sah Saja!
Amnesti Internasional Sebut Facebook Dan Google Ancam HAM Sedunia
Erick Thohir Resmi Tetapkan Ahok dan Chandra Hamzah sebagai Pimpinan BUMN
Juan Cuadrado Perpanjang Kontrak Bersama Juventus hingga 2022
Terduga Pembobol Bank DKI Bertambah Jadi 41 Orang

Warga Cicalengka Sebut Penjual Miras Maut Bukan Penduduk Asli

Warga Cicalengka Sebut Penjual Miras Maut Bukan Penduduk Asli Haji Mamat, tokoh masyarakat dari Desa Cicalengka (Foto: Pantau.com/ Sahat Amos Dio)

Pantau.com - Kejadian Luar Biasa yang terjadi di Kabupaten Bandung akibat banyaknya korban jiwa karena miras oplosan khususnya di Kecamatan Cicalengka, menjadikan wilayah yang terletak di jalur menuju Garut dan Tasikmalaya tersebut seketika menjadi perbincangan publik.

Salah satunya Haji Mamat (64 tahun), tokoh masyarakat dari Desa Cicalengka Wetan, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung. Ia mengatakan daerahnya tiba-tiba menjadi tenar karena fenomena miras oplosan jenis gingseng itu.

"Daerah bapak jadi terkenal dimana-mana, karena kejadian ini," ujar Haji Mamat kepada Pantau.com di Jalan Bypass Bojong Asih, Cicalengka Kabupaten Bandung,  Rabu (11/4/2018).

Baca juga: Pantau Foto: Ini Rumah Mewah Tersangka Miras Oplosan Cicalengka

Ia menegaskan, bahwa para penjual miras oplosan itu merupakan pendatang dan bukan penduduk asli Cicalengka.

"Warga sini asli mah enggak ada yang jual-jual minuman begituan," ujarnya.

Menurutnya, ada sisi untung dan rugi yang ditimbulkan akibat peristiwa yang telah menyebabkan puluhan orang meregang nyawa.

"Ada untung ruginya atas kejadian ini, untungnya ya berkurang lah orang-orang yang suka minum miras, ruginya ya para penjual miras oplosan tersebut usahanya bangkrut," tutupnya. 

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Dera Endah Nirani
Reporter
Sahat Amos Dio
Category
Nasional