Pantau Flash
Penyitaan Narkoba Terbesar di Malaysia: 3,7 Ton Senilai USD161 Juta
Sebelum Ada BBM 1 Harga, Premium di Nusa Ceningan Bali Rp10.000 per Liter
Dirut BPJS Kesehatan Bicara Soal Iuran: Kita Menyesuaikan dengan Hitungan
Jembatan George Washington Ditutup Setelah Ada Ancaman Bom
BMKG Sebut Ada 151 Titik Panas Karhutla di Kalimantan Barat

Warga yang Tewas Tertembak di Ciracas Bukan dari Peluru Nyasar

Headline
Warga yang Tewas Tertembak di Ciracas Bukan dari Peluru Nyasar Ilustrasi korban tewas (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Kasus penembakan yang menewaskan Ade Supriadi (30) di Ciracas, Jakarta Timur, diketahui bukanlah akibat peluru nyasar.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan dari hasil penyelidikan sementara yang dilakukan oleh Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri, tewasnya Ade diyakini lantaran ditembak oleh pelaku yang diduga seorang anggota Sabhara Polda Metro Jaya berinisial AL.

Penembakan yang diduga dilakukan oleh AL itu terjadi karena sebelumnya terlibat pertikaian dengan Ade akibat sesuatu hal.

"Karena anggota ini terdesak, dan terjatuh dia melakukan tembakan ke atas," kata Argo di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (6/11/2018).

Baca juga: Dor! Karyawan Toko Tewas Ditembak di Tangerang

Akibat pertikaian itu, kata Argo, keduanya pun saling mengancam. Namun belum diketahui akar permasalahan dari percekcokan itu. Argo pun mengungkapkan saat ini pihaknya belum mengetahui secara pasti siapa oknum yang melakukan penembakan.

Pasalnya, saat kejadian ada tiga orang oknum polisi di lokasi. 

"Saling mengancam di sana akhirnya ada suatu letusan terjadi, makanya ada tiga orang anggota yang membawa senpi (senjata api) sedang kita cek ke labfor, siapa nanti yang melakukan," kata Argo.

Baca juga: Seorang Pria Kulit Putih Melakukan Penembakan, 4 Orang Tewas dan 3 Petugas Terluka

Sebelumnya diberitakan, tewasnya Ade Supriadi di rumah kontrakannya yang berada di Jalan Asem RT 14/09 Ciracas, Jakarta Timur, hingga saat ini belum tuntas. Sebab, pria 30 tahun itu diketahui terkena peluru nyasar yang ditembakan oleh seorang anggota polisi.

Peluru itu tepat mengenai bagian pipi kiri atas dan anak peluru bersarang di bagian kepala belakang bawah telinga Ade Supriadi.

Dari informasi yang dihimpun, peluru nyasar yang mengenai Ade Supriadi itu terjadi pada Sabtu malam, 3 November 2018. 

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Adryan Novandia
Reporter
Rizky Adytia Pramana
Category
Nasional

Berita Terkait: