Pantau Flash
Marcus/Kevin Perpanjang Rekor Buruk Jumpa Endo/Watanabe
10 Tempat Kerja Terbaik di Singapura, Google Nomor 1
Iwan Bule Sebut Penggawa Timnas U-22 Bisa Bela Tim Senior
Greys/Apri Gagal Lolos ke Semifinal BWF World Tour Finals 2019
Waskita Bantah Kabar di Medsos yang Sebut Tol Layang Japek Meliuk-liuk

Warga yang Tewas Tertembak di Ciracas Bukan dari Peluru Nyasar

Headline
Warga yang Tewas Tertembak di Ciracas Bukan dari Peluru Nyasar Ilustrasi korban tewas (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Kasus penembakan yang menewaskan Ade Supriadi (30) di Ciracas, Jakarta Timur, diketahui bukanlah akibat peluru nyasar.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan dari hasil penyelidikan sementara yang dilakukan oleh Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri, tewasnya Ade diyakini lantaran ditembak oleh pelaku yang diduga seorang anggota Sabhara Polda Metro Jaya berinisial AL.

Penembakan yang diduga dilakukan oleh AL itu terjadi karena sebelumnya terlibat pertikaian dengan Ade akibat sesuatu hal.

"Karena anggota ini terdesak, dan terjatuh dia melakukan tembakan ke atas," kata Argo di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (6/11/2018).

Baca juga: Dor! Karyawan Toko Tewas Ditembak di Tangerang

Akibat pertikaian itu, kata Argo, keduanya pun saling mengancam. Namun belum diketahui akar permasalahan dari percekcokan itu. Argo pun mengungkapkan saat ini pihaknya belum mengetahui secara pasti siapa oknum yang melakukan penembakan.

Pasalnya, saat kejadian ada tiga orang oknum polisi di lokasi. 

"Saling mengancam di sana akhirnya ada suatu letusan terjadi, makanya ada tiga orang anggota yang membawa senpi (senjata api) sedang kita cek ke labfor, siapa nanti yang melakukan," kata Argo.

Baca juga: Seorang Pria Kulit Putih Melakukan Penembakan, 4 Orang Tewas dan 3 Petugas Terluka

Sebelumnya diberitakan, tewasnya Ade Supriadi di rumah kontrakannya yang berada di Jalan Asem RT 14/09 Ciracas, Jakarta Timur, hingga saat ini belum tuntas. Sebab, pria 30 tahun itu diketahui terkena peluru nyasar yang ditembakan oleh seorang anggota polisi.

Peluru itu tepat mengenai bagian pipi kiri atas dan anak peluru bersarang di bagian kepala belakang bawah telinga Ade Supriadi.

Dari informasi yang dihimpun, peluru nyasar yang mengenai Ade Supriadi itu terjadi pada Sabtu malam, 3 November 2018. 

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Adryan Novandia
Reporter
Rizky Adytia Pramana
Category
Nasional

Berita Terkait: