Forgot Password Register

Warning! 'Nasabah Kaya' Ambil Dana Simpanan, Pengamat: Mereka Trauma Krismon 1998

Penukaran uang baru (Foto:Antara) Penukaran uang baru (Foto:Antara)

Pantau.com -   Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat jumlah rekening nasabah dengan simpanan di atas Rp2 miliar berkurang 1.009 rekening hanya dalam satu bulan.

Mei 2018 lalu tercatat jumlah rekening nasabah kaya mencapai 247.846 akun, padahal bulan sebelumnya masih 248.855 akun. Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira menilai ada beberapa faktor yang menyebabkan hal tersebut.

"Ada banyak faktor salah satunya nasabah kaya mengalihkan dana ke aset yang lebih aman seperti surat utang dan dolar AS," ujarnya kepada Pantau.com, Rabu (4/7/2018).

Baca juga: Perundingan Freeport Molor Lagi, Apakah Ada Sanksi?

Lebih lanjut Bhima Yudhistira menilai ada ketakutan akibat depresiasi rupiah terhadap dollar yang terjadi. Bahkan hingga menyentuh Rp14.400. 

Ia menambahkan hal ini memungkinkan membuat krisis sangat mungkin terjadi. Terutama berkaca dari trauma krisis yang terjadi 1998 silam.

"Ada ketakutan melihat rupiah terus melemah, maka potensi terjadinya krisis sangat mungkin terjadi. Orang kaya trauma krisis ekonomi tahun 1998. Apalagi di 2019 ada pemilu, resiko usaha meningkat," ungkapnya.

Selain itu dugaan lainnya yakni dampak dari adanya Automatic Exchange of Information (AEoI) atau pertukaran informasi rekening wajib pajak antarnegara.

"(Lalu) adanya keterbukaan AEOI yang akan segera diberlakukan. Orang kaya (nasabah) diatas Rp 1 miliar merasa khawatir privasi data keuangannya dilihat petugas pajak, sehingga menarik uangnya dari bank," imbuhnya.

Baca juga: Siklus Krisis Ekonomi 10 Tahunan Hantam Indonesia di 2018, Mitos atau Fakta?

Jika melihat sejarah perekonomian Indonesia, tahun 2018 menjadi angka yang paling ditakutkan pasalnya, sebelumnya, krisis itu diawali pada tahun 1960 pasca kemerdekaan. Kemudian dilanjutkan pada tahun 1980. Kemudian di tahun 1998 juga Indonesia sempat mengalami keterpurukan ekonomi sehingga Presiden RI ke dua Soeharto lengseng di tahun itu juga. Nah saat ini tahun 2018, merupakan waktu siklus 10 tahunan.

Tetapi sebelumnya, dalam usalan Pantau.com, Mantan Wakil Presiden yang juga pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan, Boediono mengaku tidak mempercayai adanya siklus krisis 10 tahunan tersebut.

"Kalau 10 tahunan saya tidak percaya," ujarnya saat diskusi usai peluncuran buku Laporan Perekonomian Indonesia 2017, di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Rabu (28/3/2018).

Share :
Komentar :

Terkait

Read More