Forgot Password Register

Witenoom Si Kota Hantu, Tempat Paling Terkontaminasi di Planet Bumi

 Sebuah pom bensin rusak berdiri di dekat sebuah kafe yang tutup di bekas kota Wittenoom, sekitar 1.400 kilometer utara Kota Perth. (Foto: Reuters) Sebuah pom bensin rusak berdiri di dekat sebuah kafe yang tutup di bekas kota Wittenoom, sekitar 1.400 kilometer utara Kota Perth. (Foto: Reuters)

Pantau.com - Kota Wittenoom telah digambarkan sebagai salah satu tempat paling berbahaya dan terkontaminasi di planet bumi. Namun kemasyhuran itu justru telah menjadi daya tarik wisata.

Sebuah kota bekas tambang asbes yang beracun, yang letaknya jauh di daerah terpencil di Pilbara, Australia Barat (WA) disebutkan pernah dihuni 20.000 orang pada masa kejayaannya sepanjang tahun 1930-an hingga 1966, untuk mengangkut asbes biru yang mematikan.

Lebih dari 2.000 kematian telah dikaitkan dengan kegiatan penambangan di Wittenoom dan seluruh kota ini adalah tempat yang terkontaminasi.

Tetapi meskipun papan peringatan besar dan terlihat jelas bertebaran di seluruh kota yang memperingatkan bahaya serius bagi kehidupan manusia, ribuan pelancong yang ingin tahu tetap berkunjung setiap tahun.

Pemerintah lokal mengatakan pihaknya telah menerima laporan beberapa operator pariwisata di Australia Barat (WA) bahkan menawarkan kunjungan yang dipandu.

"Kami baru saja mendengar tentang selentingan di Pilbara bahwa ada kelompok wisatawan yang pergi ke sana," kata Direktur pemerintah lokal Ashburton, Rob Paull seperti dikutip dari ABC News, Kamis (9/8/2018).

Baca juga: Rusia Klaim Punya Kapal Selam Militer dengan Reaktor Abadi Tanpa Bahan Bakar

"Mungkin mereka mengira itu adalah wisata petualangan atau sepanjang garis itu, tapi kami ingin memastikan semua orang sadar ada bahaya yang signifikan bagi diri mereka sendiri, keluarga mereka, dan teman-teman mereka jika mereka pergi ke Wittenoom."

Fotografer asal Queensland Jenny Rush mengunjungi Wittenoom ketika dia keliling Australia menggunakan caravan dan mendapati perjalanan itu sebagai pengalaman yang menggembirakan.

"Ini mungkin salah satu tempat favorit saya yang pernah saya kunjungi, indah, spektakuler. Kita tidak bisa menduga sebelumnya akan seramnya kota ini ataupun keindahannya," kata dia.

Dia mengaku memang tertarik dengan kota-kota hantu. "Ada pemadam kebakaran di sana, ada papan dari toko jaman dulu dan ada bus tua yang masih memiliki garam dan lada dan botol saus di atas meja," katanya.

"Kota itu tampak seperti ditinggalkan begitu saja oleh penduduknya.

"Ada keindahan alam di sana - Anda melihat bukit dan tata letak perbukitan dan tebing - maka Anda akan melihat jalan lintas buatan manusia di antara itu semua dan tahu bahwa itu dulunya adalah tempat yang ramai, tempat yang berkembang di satu waktu."

Baca juga: Konyol! Jet Tempur Spanyol Tak Sengaja Tembakkan Rudal Ganas Saat Latihan NATO

Jenny Rush mengatakan bahwa dia sangat sadar akan risikonya dan ditemani oleh seorang kerabat yang memiliki bisnis pembersihan asbestos. Ia mengatakan dia terkejut mendengar orang-orang ditawari tur berpemandu.

"Adalah tindakan konyol masuk ke sana tanpa memiliki pengetahuan cukup mengenai kawasan itu," katanya.

"Saya kira tidak akan akan mungkin ribuan orang akan membanjiri kota itu – karena, kota itu ditutup karena alasan tertentu."

Penderitaan mantan penduduk di kota Wittenoom sudah menjadi pemberitaan. Lyniece Bolitho kehilangan kakeknya, ayahnya, tiga paman dan banyak teman karena penyakit berhubungan dengan asbestos.

Dia mengatakan lebih banyak yang harus dilakukan untuk mencegah orang mendatangi kota hantu tersebut. "Ini daerah terbuka bagi siapa saja untuk pergi ke sana," katanya.

"Jika anda ke sana kapan saja, kita akan melihat turis demi turis mengunjungi Wittenoom - bayi, orang-orang dari seluruh dunia. Tempat itu seeperti menjadi magnet bagi pengunjung. Ada beberapa tambang yang ditutup, ada beberapa papan pengumuman untuk menghentikan orang masuk ke tambang, tetapi penghalan itu telah dirusak, dijatuhkan," katanya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More