Pantau Flash
Menteri PUPR: Proyek Tol JORR II Rampung 2020
Jokowi Akan Undang Kapolri Senin Pekan Depan Tanya Kasus Novel
Menteri Tjahjo Ingin ASN Tetap Kerja 5 Hari dalam Seminggu
Basuki Akui Pembangunan Tol Kunciran-Serpong Sempat Terhenti 10 Tahun
Erick Thohir: Kasus Motor Harley Davidson Termasuk Kriminal

WN Australia Meninggal di Bali Setelah Berenang dan Mengeluh Lapar

WN Australia Meninggal di Bali Setelah Berenang dan Mengeluh Lapar Ilustrasi (Foto: Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com - WN Australia Bradley Kelleher (56) ditemukan meninggal dunia di sebuah Villa yang beralamat di Desa Canggu, Kuta Utara, Badung, Bali, diduga karena sakit yang pernah dideritanya.

"Dari keterangan saksi korban sebelumnya sedang berenang di villa itu, lalu setelah berenang korban mengaku lapar dan akan disiapkan oleh istrinya lalu korban mengeluh dadanya sakit, dan diminta langsung tidur oleh istrinya," kata Kapolsek Kuta Utara, AKP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya, melalui telepon, Selasa (3/12/2019).

Baca juga: Hakim yang Ditemukan Tewas di Kebun Sawit Diduga Korban Pembunuhan

Ia mengatakan korban ditemukan meninggal pada Senin, (2/12/2019) di kamar villa tersebut, pukul 16.30 Wita. Sebelumnya korban juga mempunyai riwayat sakit di sekitar jantung dan pernah menjalani operasi di Australia.

"Namun menurut keterangan dokter di negaranya kalau korban sudah sehat," ucapnya.

Ia menjelaskan adanya laporan korban meninggal diketahui pertama kali oleh istri korban bernama Mechil dan melaporkannya kepada salah satu staf villa yaitu Ni Nyoman Karsini, dan menghubungi petugas medis untuk penanganan lebih lanjut.

"Saat kejadian, pihak villa menghubungi Klinik Abdi Medika dan ketika tiba di TKP menemukan korban sudah tidak sadar di atas tempat tidur, tidak ada nafas, tidak ada nadi kemudian dilakukan RJP dengan diberikan oksigen, dan juga diberi obat adrenalin tapi masih tidak juga sadarkan diri," katanya.

Baca juga: Hakim Ditemukan Tewas di Kebun Sawit, Polisi Tak Temukan Bekas Luka

Ia mengatakan tindakan medis lain yang dilakukan berupa pemasangan AED alat kejut, dan kondisi korban tetap tidak ada reaksi, dan RJP tetap dilakukan selama satu jam juga tidak ada respon.

Saat itu petugas medis juga mulai melihat tanda kematian pada tubuh korban yang lebam hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia dan penanganan medis dihentikan.

Pihaknya menambahkan bahwa saat ini jasad korban berada Rumah Sakit Siloam Kuta, dan juga berkoordinasi dengan keluarga korban terkait hal tersebut.


Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Kontributor - RZK
Category
Nasional

Berita Terkait: