Forgot Password Register

Wow, AS Uji Coba Proyek Ambisius Bom Gravitasi B61-12 Bernilai USD7,6 Miliar

B-2 stealth bomber. (Foto: Pixabay) B-2 stealth bomber. (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Angkatan Udara AS menguji coba bom nuklir B61-12 dengan menjatuhkan sebuah pembom siluman B-2 Spirit di atas wilayah Nevada. Hal ini dilakukan sebagai ambisius untuk memperpanjang penggunaan bom hingga 20 tahun lagi setelah diperkanalkan 1968 silam.

"Administrasi Nuklir Nasional Departemen Energi (DOE / NNSA) dan Angkatan Udara AS menyelesaikan dua tes penerbangan kualifikasi sistem non-nuklir dari bom gravitasi B61-12 pada 9 Juni di Tonopah Test Range di Nevada," kata Departemen Energi yang dikutip dari Russia Today, Senin (2/7/2018).

"Tes-tes ini adalah yang pertama seperti tes kualifikasi ujung ke ujung pada B-2A Spirit Bomber untuk B61-12."

Baca juga: Putin Ogah Tanggapi Ocehan Trump Jika Bicarakan...

Eksperimen tersebut termasuk menjalankan uji coba pada rakitan bom yang dirancang NNSA dan Angkatan Udara AS sebagai bagian dari upaya untuk mengevaluasi kemampuan pesawat untuk mengirimkan senjata dan fungsi non-nuklir senjata.

Untuk diketahui, versi yang berbeda dari bom gravitasi nuklir B-61 telah dikerahkan di pangkalan AS dan NATO selama lima dekade. Sementara, selama bertahun-tahun, Pentagon menghasilkan banyak modifikasi pada senjata mematikan, varian B61 dari 3, 4, 7, dan 11 tetap beroperasi.

Pentagon saat ini sedang berada di tengah-tengah Program Pembiayaan B61-12 seharga USD7,6 miliar yang bertujuan untuk mengganti semua komponen nuklir dan non-nuklir bom. Unit produksi pertama dijadwalkan selesai pada 2020.

Selain mengerahkan B61-12 sebagai bomber jarak jauh modern dan masa depan, Pentagon memastikan bom dapat dengan mudah digunakan oleh jet tempur F-15E, dan ingin mengintegrasikannya dengan jet tempur generasi kelima F-35 Lightning II.

Baca juga: AS Klaim Cukup Butuh Waktu 1 Tahun Bongkar Program Senjata Korea Utara

Setelah mantan Presiden Barack Obama menyetujui program modernisasi nuklir, Trump merevisinya menjadi proyek ambisius 30 tahun yang akan menghabiskan biaya setidaknya USD1,2 triliun untuk menyelesaikannya. Sekitar USD800 miliar akan dihabiskan untuk mempertahankan kekuatan nuklir, sementara sekitar USD400 miliar akan dihabiskan untuk memodernisasi.

Rusia telah berulang kali menyatakan keprihatinan atas pelonggaran pedoman peluncuran nuklir di bawah Nuclear Posture Review (NPR) besutan Trump. Serangan non-nuklir yang mengakibatkan korban massal atau target infrastruktur kunci merupakan dasar yang cukup untuk pembalasan nuklir AS.

Rusia juga memperingatkan bahwa menggelar lebih banyak bom B61 ke pangkalan NATO di Eropa juga akan melanggar perjanjian non-proliferasi nuklir.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More