Forgot Password Register

Wow, Malaysia Bakal Bangun Pulau di Wilayah Sengketa Singapua

Wow, Malaysia Bakal Bangun Pulau di Wilayah Sengketa Singapua Bendera Malaysia. (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad mengatakan, pemerintahannya berencana mereklamasi pulau di wilayah yang status kepemilikannya juga diklaim oleh Singapura.

Rencana tersebut diumumkan hanya beberapa hari setelah Mahathir membatalkan proyek besar pembangunan rel kereta dengan Singapura.

Satu dekade yang lalu, Mahkamah Internasional memutuskan bahwa wilayah bebatuan tengah laut di dekat pintu Selat Singapura, yang dikenal dengan nama Middle Rocks, merupakan teritori Malaysia. Pada saat bersamaan, pengadilan yang sama juga menyatakan pulau Pedra Branca di dekatnya adalah milik Singapura.

Baca juga: Reformasi Putra Mahkota Arab Saudi Makan Korban, PBB Sampaikan Pesan Tegas

Malaysia menggugat keputusan Mahkamah Internasional pada tahun lalu untuk memiliki Pedra Branca. Singapura kemudian melawan gugatan tersebut dan kementerian luar negeri Singapura pada Rabu mengaku mendapat informasi dari Mahkamah Internasional bahwa Malaysia telah menarik gugatannya.

"Niat kami adalah memperluas Middle Rocks sehingga kami bisa membangun sebuah pulau kecil di sana," kata dia.

Mahathir menolak menjelaskan lebih jauh dengan alasan bahwa rencana tersebut belum sepenuhnya diselesaikan.

Pemerintah Singapura hingga kini belum berkomentar mengenai rencana Malaysia.

Meski Singapura tidak berupaya untuk mengklaim kepemilikan atas Middle Rocks, mereka dipercaya memantau dngan seksama rencana Malaysia membangun kawasan yang menjadi pintu masuk bagi salah satu jalur perkapalan tersibuk di dunia ini.

Baca juga: Sikap Rusia Pasca Roman Abramovic Pilih Kewarganegaraan Israel

Pada tahun lalu, kantor berita Malaysia Bernama melaporkan pembukaan pangkalan maritim bernama Abu Bakar di Middle Rocks.

Pangkalan ini terdiri dari sebuah dermaga yang menghubungkan dua bebatuan terbesar yang terpisah sejauh 320 meter.

Mahathir sendiri sudah mengambil keputusan besar terkait Singapura, dengan membatalkan sebuah proyek pembangunan rel kereta cepat yang menghubungkan Kuala Lumpur dengan Singapura.

Kementerian perdagangan Singapura pada Senin mengaku belum menerima komunikasi resmi dari Malaysia mengenai keputusan itu.

Singapura dulunya merupakan bagian dari Malaysia namun kemudian memisahkan diri pada 1965 sehingga menyebabkan persoalan diplomatik dan ekonomi selama bertahun-tahun. Kedua negara sempat mengalami hubungan buruk saat Malaysia dipimpin oleh Mahathir pada 1981 sampai 2003.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More