Forgot Password Register

22 Ribu Aduan Penipuan Travel Umroh Masuk ke YLKI

Ketua YLKI, Tulus Abadi (Foto:Pantau.com/Ratih Prastika) Ketua YLKI, Tulus Abadi (Foto:Pantau.com/Ratih Prastika)

Pantau.com -Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mencatat 22.614 pengaduan yang masuk selama tahun 2017 terkait penipuan travel umroh. Ketua YLKI, Tulus Abadi mengatakan korban berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

"Periode 2017 khusunya mulai bulan April-Desember 2017 ada 22.614 pengaduan, dari seluruh daerah. Bahkan seluruh Indonesia ada dari Goa, Sulawesi Selatan," ujarnya saat ditemui di Gedung Dompet Dhuafa, Jakarta Selatan, Minggu (27/5/2018).

Baca juga: Korban Pernipuan Travel Umroh Bisa Berangkat, Ini Ketentuannya

Ia menambahkan sebagian besar aduan terkait gagalnya pemberangkatan dan tidak bisa melakukan pengembalian dana. Namun pihaknya mencatat, sebagian besar masih berharap bisa diberangkatkan.

"Karena ada kan yang sudah patah arang, tapi tidak bisa refund-- karena uangnya tidak ada dan perusahaan sudah ditutup. Jadi pengaduan 70 persen adalah ingin tetap berangkat dan 30 persen ingin refund tapi dua-duanya tidak bisa," ungkapnya.

Terkait hal ini, Tulus meminta agar pemerintah dapat mengakomodir mulai dari persoalan perdata yakni terkait kontrak perjanjian antara konsumen dengan travel umroh. Pihaknya menemukan beberapa pasal cenderung merugikan konsumen. 

Baca juga: Bukan Hanya dengan Cash, Coba Tengok Pembayaran Unik di Jakarta Fair

"Kan masing-masing biro umroh menandatangani kontrak perjanjian, banyak kontrak-kontrak yang sangat tidak fair yang dilakukan oleh biro umrah itu, ada pasal-pasal yang diselundupkan dan jadi cara untuk mengelabui konsumen," ungkapnya.

Terkait hal ini, ia meminta agar Kementerian Agama selaku pemangku kepentingan dapat membuat perjanjian kontrak yang sama pada seluruh travel umroh agar bekerja sesuai dengan semestinya.

"Kementerian Agama harus membuat itu yang seragam berikan pada seluruh biro umrah dan menjadi mandatori, mungkin hanya pasal-pasal tertentu yang bisa dibuat oleh produsen," pungkasnya.


Share :
Komentar :

Terkait

Read More