Pantau Flash
Ketua DPRD DKI: 31 Agustus Batas Terakhir Pemprov Urusi Pencari Suaka
Polri Klaim Situasi Papua Barat Kondusif
Kapolda: Kamtibmas Papua Sudah Kondusif dan Aman
Ibu Kota Indonesia Pindah ke Kalimantan Timur
Trump Serang Ford Karena Tak Mendukung Efisiensi Bahan Bakar

Yusril Sebut Penangguhan Penahanan Habil Marati Tunggu Proses Ini

Yusril Sebut Penangguhan Penahanan Habil Marati Tunggu Proses Ini Yusril Ihza Mahendra (Foto: Pantau.com/Rizky Adytia)

Pantau.com - kuasa hukum Habil, Yusril Ihza Mahendra  mengatakan penangguhan penahanan tersangka kasus dugaan makar dengan peran sebagai penyandang dana, Habil Marati tinggal menunggu proses yang akan dilakukan penyidik.

"Permohonan penangguhan penahanan sudah masuk sejak pekan lalu hari Rabu tanggal 10 Juli 2019, sekarang tinggal diproses, dipelajari oleh penyidik," kata Yusril, di Jakarta, Senin (15/7/2019).

Baca juga: Yusril Akan Ajukan Penangguhan Penahanan Bagi Habil Marati

Yusril menuturkan alasan untuk dimohonkan penangguhan penahanan karena alasan kesehatan seperti yang diungkapkan oleh yang bersangkutan.

"Alasannya kesehatan, Habil merasa kurang sehat. Dia nampak pucat ketika bertemu saya," jelas Yusril.

Ketua Umum DPP Partai Bulan Bintang itu mengakui, alasan itu tidak terdapat dalam KUHAP yang mengamanatkan penangguhan penahanan tidak bisa dilakukan atas dasar tiga hal, yaitu khawatir tersangka akan melarikan diri, khawatir tersangka akan menghilangkan barang bukti, dan khawatir kalau tersangka akan mengulangi lagi perbuatannya.

"Saya kira ketiga hal itu tidak ada pada Habil. Maka jika penyidik sependapat, Habil dapat dipertimbangkan penangguhan penahanannya atau dialihkan status penahanannya dari tahanan di dalam Rutan ke tahanan kota misalnya," ujar Yusril.

Sebagai penjamin, Yusril mengatakan untuk sementara pihak keluarga Habil menjadi penjamin dalam permohonan itu.

Habil saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi atas kasus dugaan rencana pembunuhan empat tokoh nasional. Ia disebut memberikan uang sebesar 15.000 dolar Singapura untuk uang operasional kepada mantan Kepala Staf Kostrad, Mayor Jenderal TNI (Purnawirawan) Kivlan Zen.

Baca juga: Jenguk Habil Marati, Yusril: Dia Minta Saya Jadi Pengacaranya

Uang itu disebut-sebut diberikan kepada Zen untuk membeli senjata api ilegal, yang dinyatakan lalu mencari eksekutor dan memberi target pembunuhan empat tokoh nasional, yaitu Wiranto, Budi Gunawan, Luhut Pandjaitan, serta Yunarto Wijaya (Direktur lembaga survei Charta Politika).

Share this Post:
Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Sigit Rilo Pambudi
Category
Nasional

Berita Terkait: