Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Bioskop

LSF Ingatkan Orang Tua Pilih Film Sesuai Usia Anak Saat Libur Lebaran di Bioskop

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

LSF Ingatkan Orang Tua Pilih Film Sesuai Usia Anak Saat Libur Lebaran di Bioskop
Foto: (Sumber : Arsip Foto - Relawan Super Isoman berkostum Gatotkaca mengajak anak yatim menonton film di bioskop di sebuah pusat perbelanjaan di Solo Baru, Sukoharjo, Jawa Tengah. ANTARA FOTO/Maulana Surya..)

Pantau - Lembaga Sensor Film (LSF) menyarankan para orang tua untuk memilih tontonan yang tepat bagi anak ketika mengajak mereka menonton film di bioskop selama masa libur Lebaran.

Wakil Ketua LSF Noorca M. Massardi mengatakan orang tua perlu memperhatikan klasifikasi usia film sebelum memutuskan menonton bersama anak.

"Pertama, pilihlah film sesuai dengan klasifikasi usia anak, yaitu untuk semua umur, dan memahami alasan orang tua perlu mengajak anak untuk menonton karena untuk kepentingan pembelajaran", ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa klasifikasi usia penonton dapat diketahui melalui tanda warna yang tercantum pada film.

Film dengan tanda warna hijau diperuntukkan bagi semua umur.

  • Film dengan tanda warna kuning ditujukan untuk penonton berusia 13 tahun ke atas.
  • Film dengan tanda warna merah ditujukan untuk penonton berusia 17 tahun ke atas.
  • Film dengan tanda warna hitam ditujukan untuk penonton berusia 21 tahun ke atas.

Pentingnya Pendampingan Orang Tua

Selain memperhatikan klasifikasi usia, orang tua juga disarankan mempelajari deskripsi film terlebih dahulu sebelum menonton bersama anak.

Hal tersebut bertujuan untuk menghindari anak menyaksikan adegan atau tampilan audio visual yang berpotensi memberikan dampak negatif terhadap perkembangan mereka.

Noorca menekankan bahwa orang tua sebaiknya mendampingi anak selama menonton film di bioskop.

"Orang tua wajib menonton, mendampingi anaknya, supaya kalau ada pertanyaan, Ma, itu apa sih? Itu kenapa sih? Dia begitu bisa dijawab dengan bijaksana, agar jangan dia punya gambaran penampilan sendiri terhadap satu adegan, yang sebetulnya bukan itu yang dimaksudkan oleh film, tapi dia menangkapnya itu adalah sesuatu yang negatif", jelasnya.

Ajak Anak Berdiskusi Setelah Menonton

Noorca juga menyarankan orang tua memilih film dengan cerita dan tema yang sesuai dengan minat anak.

Setelah menonton, orang tua dapat mengajak anak berdiskusi mengenai isi film tersebut.

Orang tua juga dapat menjelaskan kepada anak tentang perbuatan baik dan buruk yang muncul dalam cerita film.

"Jangan sampai anak menganggap mencuri itu asyik juga ya, karena bisa menguntungkan dan tidak perlu bekerja", katanya.

Ia menambahkan bahwa anak-anak umumnya belum mampu mengontrol emosi dengan baik sehingga pilihan tontonan dapat memengaruhi perkembangan mental mereka.

"Pikirkan lah masa depan anak, kalau dia dewasa sebelum waktunya, kalau dia terpengaruh, nanti kan juga berdampak ke keluarga", ujarnya.

Ia juga memberikan contoh dampak negatif jika anak meniru perilaku yang muncul dalam film.

"Misalnya tiba-tiba dia senang berkelahi, tiba-tiba marah sama temennya, main pukul, main tendang seperti di film-film, itu kan di luar kuasa, sudah sulit memperbaikinya lagi", tuturnya.

Penulis :
Aditya Yohan