HOME  ⁄  Bioskop

Film "Harusnya Horror" Padukan Komedi dan Horor, Premis Segar Dinilai Lebih Kuat dalam Format Pendek

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Film "Harusnya Horror" Padukan Komedi dan Horor, Premis Segar Dinilai Lebih Kuat dalam Format Pendek
Foto: (Sumber :Suasana pemutaran film "Harusnya Horror" karya sutradara Reza Arap Oktovian dengan naskah yang ditulis oleh Rahabi Mandra dalam acara gala perdana di bioskop kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (13/8/2026). ANTARA/Abdu Faisal.)

Pantau - Film komedi fantasi "Harusnya Horror" karya sutradara Reza Oktovian atau Reza Arap menghadirkan perpaduan horor, komedi, budaya populer Jepang, dan kehidupan kreator konten melalui kisah arwah penasaran yang mendapat misi kembali ke dunia manusia.

Film produksi Ess Jay Studios tersebut memiliki premis segar, tetapi pengembangan ceritanya dalam durasi 106 menit dinilai belum sepenuhnya mampu mempertahankan ritme sehingga gagasan utamanya berpotensi lebih kuat apabila disajikan dalam format film pendek.

"Harusnya Horror" membawa karya yang berakar dari ekosistem kreator internet ke layar lebar dengan melibatkan sejumlah kreator konten sebagai pemeran.

Arwah Penasaran Mengejar Episode Terakhir Anime

Cerita berpusat pada Mas, pekerja kantoran sekaligus penggemar anime yang diperankan Reza Oktovian.

Mas meninggal secara tidak terduga setelah tersedak kopi ketika bekerja lembur seorang diri, tetapi masih menyimpan rasa penasaran karena belum menyaksikan episode terakhir anime kesayangannya.

Mas kemudian memperoleh kesempatan kembali ke dunia manusia sebagai arwah dengan tugas menakut-nakuti sejumlah orang dan mendapat imbalan berupa kesempatan menuntaskan rasa penasarannya terhadap serial tersebut.

Perjalanan Mas selanjutnya mempertemukannya dengan sekelompok kreator konten pemula yang sedang mengalami persoalan finansial.

Para kreator tersebut melihat keberadaan Mas sebagai peluang untuk membuat konten mistis yang dapat menarik penonton sekaligus menghasilkan pemasukan.

Pertemuan antara arwah penggemar anime dan para kreator konten itu menjadi fondasi komedi yang dibangun sepanjang film.

Gaya Konten Digital Dibawa ke Layar Bioskop

Film tersebut beberapa kali menggunakan pola hiburan yang identik dengan konten digital, seperti spontanitas, interaksi antarkreator, dan lelucon internal.

Pendekatan tersebut membuat penonton yang telah mengenal para kreator berpeluang lebih mudah memahami karakter dan gaya humor yang ditampilkan.

Sebaliknya, penonton yang tidak mengenal ekosistem para kreator membutuhkan pengenalan karakter lebih kuat agar konflik dan humor yang ditampilkan memiliki konteks yang memadai.

Sejumlah kreator konten yang menjadi pemeran utama antara lain Tierison sebagai Kevin, Garry Ang, Yukatheo, Teguh Prakoso atau Tepe, Niko Junius, King Aloy, Bravy, dan Ibot.

Reza Oktovian yang menjadi sutradara sekaligus memerankan Mas menggunakan pendekatan akting relatif santai sesuai karakter yang dibangun dalam film.

Format Pendek Dinilai Bisa Membuat Cerita Lebih Padat

Premis mengenai seorang penggemar anime yang meninggal dan kembali sebagai arwah sebenarnya memiliki konflik serta tujuan yang cukup jelas untuk dikembangkan menjadi cerita berdurasi lebih singkat.

Format film pendek dinilai dapat membuat karakter bergerak lebih cepat menuju konflik utama tanpa membutuhkan banyak adegan transisi.

Dengan premis yang memadukan budaya populer, kehidupan kreator internet, komedi, dan horor, "Harusnya Horror" memiliki fondasi cerita yang menjanjikan meski pengembangannya dalam format film panjang menghadapi tantangan menjaga konsistensi ritme.

Penulis :
Aditya Yohan